Bab 26. |modus ala Aimar

912 39 0
                                        

.
.
.
.
.
.

.
.
.
____________________

BRUGHH
PLETAKK

"aww sakittt bisa udahan gasihh, AKHHH ZAHWAA SADARR ADUHH" teriak Ais saat mendapatkan dua pukulan dari Zahwa

"heyy zahwaa, kamu kenapa nangis?" tanya Alma sambil menepuk pipi Zahwa

"tau ihh orang sintingg, tiba tiba ngelamun ehh malah mukul mukul lagi" ucap Ais yang kesal terhadap tingkah laku Zahwa

"ayoo panggil temen asrama" ucap Ais

"Bang, perasaan Zahwa gaenak, Zahwa tadi punya bayangan KLO tiba tiba Ning Sayla nyakitin mba Alma" ucap zahwa

"apasihh, ayolahh jang kelamaan" ucap Ais sambil menarik tangan Zahwa

"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap seseorang didepan ndalem

"wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, aaaa panjang umur sini guyss" ucap Alma kegirangan melihat keempat sahabatnya

"uu Almaa aku kangen banget" ucap hazna sambil memeluk tubuh Alma

"kami jugaa" ucap Dilla, Ara dan Raisya

"ngomong ngomong kalian ngapain kesini?" tanya Alma

"mau ngomong sesuatu sama Gus Aimar dan Gus Akmal" ucap mereka

"ohh silahkan, Alma buatin minum ya?" ucap Alma lalu pergi meninggalkan mereka

"jadi apa perlu apa kalian disini?" tanya Aimar

"kami mau memberi tahu sesuatu, nahh--" ucap hazna yang terpotong oleh Aimar

"langsung ke intinya,saya tidak suka basa basi" ucap Aimar

"sebenarnya ada salah satu santriwati yng pacaran" ucap hazna

"siapa santri itu?" tanya Aimar

"zaina Gus" ucap mereka serentak

"APAA?? wahh wahh wahh" ucap Alma tiba tiba

"dengan siapa?" tanya Akmal sambil beradu tatapan kekecewa dengan kakak laki-lakinya

mereka ber4 sama sama tidak berani menjawab, mereka sangat takut jika memberi tahu ke Aimar dan akmal

"jawab" ucap Aimar dengan nada sedikit tinggi

"ustadz Rif'an Gus" ucap Dilla, Aimar dan akmal pun saling bertukar pandangan, hari mereka sangat campur aduk, antara kecewa, marah, tak percaya dan sedih

"hah??, coba ulang?" ucap Zizi

"jadi yang pacaran adalah ustadz Rif'an dan Zaina" ucap Ara menjelaskan

BRAKK

"berani beraninya mereka ber ikhtilat" ucap Akmal sambil menggebrak meja

"ilfeel banget gwe" gumam Alma

"ulangin" ucap Aimar yang mendengar gumaman Alma

Pancaran Sepertiga MalamCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang