siang ini tepatnya sehabis bermaafan, keluarga besar kumpul di kediaman Abah Ahmad, mulai dari keluar Ar Rasyid Ahmad sampai keluarga Az Zaqran semua berkumpul di kediaman Abah Ahmad, kenapa keluarga Az Zaqran ikut?, karena keluarga Az Zaqran dan keluarga Ar Rasyid sudah bersahabat sejak buyutnya Alma kecil hingga sekarang persahabatan masih terjalin walaupun buyutnya sudah tidak ada.
"Aimar" panggil lelaki paruh baya kepada Aimar
"bagaimana kek?" ucap Aimar sambil mengubah posisinya yang awalnya berdiri sekarang berlutut ke arah lelaki paruh baya itu
"kamu bahagia menikah dengan cucu kakek?" tanya lelaki paruh itu
"Alhamdulillah sangat bahagia kakek" ucap Aimar
"kamu jangan bosen bosen sama Alma ya le" ucap wanita paruh baya
"Na'am nenek" ucap Aimar
"kamu tidak kualahan kan im?" tanya kakek Alma
"ya jelas ngga lah kek, Alma kan berbakti kepada suami,tidak suka membantah dan suka menabung" bukan Aimar yang menjawab melainkan Alma
"dihh kata siapa?, waktu pertama kali masuk aja bikin ulah terus, klo belajar suka tidurr, mana pelajarannya Aimar lagi" ungkap Rafka
"berisik, jangan buka kartu disini dongg" ucap Alma yang geram dengan tingkah Kakak laki laki nya itu
saat sedang asyik mengobrol tiba tiba ada yang mengetuk pintu ndalem, siapa lagi klo bukan kiyai Hanif, ya itu adalah Abi dari Ais dan zahwa
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, bangg aeemm, bang Akmal THR donggg aww" Teriak Ais dan zahwa dari luar
"wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh astaghfirullah, jangan teriak teriak hihh lagian lebaran juga udah lewat sebulan" ucap Akmal yang geram dengan tingkah sepupu kembarnya itu, ia pun menjewer telinga kedua krucil itu
"adududuh aduhhh lepass bangg maaf maaf, ini lebaran loh gaboleh begitu" ucap Zahwa
"iya lohh bangg biasanya yang kaya gini jodohnya datengnya telat" cerocos Ais yang menggemparkan tawa seluruh anggota keluarga
"Abang kan ganteng baik hati, jadi ngga afdhol klo gabagi THR"ucap Zahwa
"haduhh ini buat kalian berdua" bukan Aimar bukan Akmal melainkan Rafka yang memberikan seamlop uang yang lumayan tebal
"terimakasih bang Rafka, bang Rafka baik deh ngga kaya sebelah" ucap Ais sambil melirik ke arah Akmal
"kalian berdua sungkem dulu sama paman sama bibi" ucap kiyai Hanif
"selama mondok di sini kenapa kalian merubah panggilan hm? bagus yang dulu panggilah ammu ammi" ucap Abah Ahmad
"okedeh Ammu" ucap Zahwa
keluarga kiyai Hanif pun bersungkam kepada seluruh anggota keluarga mulai dari keluarga Ar Rasyid sampai keluarga Az Zaqran
"yai pripun kabaripun" tanya kiyai Hanif kepada kakek Alma
(pak kiyai bagaimana kabarnya)
"Alhamdulillah saya baik, bagaimana kabarmu?" ucap kakek Alma
"pondok pesantren bagaimana yai?" tanya kiyai Hanif
"Alhamdulillah berkembang, sekarang santri sudah 1220 orang, saya agak kwalahan tpi rencana saya akan menjadikan Rafka sebagai pengurus pondok" jelas kakek Alma
"kemarin anakmu kenapa tidak jadi dipondokkan di pondok saya?"tanya kakek Alma
"itu kiyai mereka berdua tidak mau, tpi setelah saya menawarkan ponpes Kakak saya mereka langsung mau, nah waktu pertama saya menitipkan Ais dan zahwa saya bertemu dengan Alma cucu kiyai, beliau yang menyiapkan teh saat itu, awalnya saya tidak sadar tapi setelah saya lihat gerak geriknya saya langsung sadar bahwa itu cucu kiyai" ucap kiyai hanif
KAMU SEDANG MEMBACA
Pancaran Sepertiga Malam
Teen Fiction!!ALUR CERITA!! NO PLAGIARISM ALLOWED!! Seorang gadis bernama Salma Rahmania Az Zaqran adalah gadis yang berandal dan tak taat aturan, bisa dibilang gadis itu jauh dari pandangan keluarganya yang sangat alim. Gadis itu dimasukkan ke penjara suci ber...
