Bab 24. |pertopingan duniawi

954 43 0
                                        

"hanya Salma Rahmania Az Zaqran yang mampu menggetarkan dan melelehkan hati sebuah kulkas seribu pintu"
-Akmal Ikhram Ar Rasyid-

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
________________

pukul 20.00

ini adalah hari ketiga Alma dirumah sakit setelah kejadian, kondisi Alma sudah sangat membaik dan diperbolehkan pulang oleh dokter, disatu sisi Aimar juga sangat memikirkan apaa yang diucapkan oleh dokter.

flashback on

"oke disini bersama bapak Aimar?, suami pasien yang bernama Salma Rahmania Az Zaqran?"

"iya dok saya sendiri"

"oke pak, disini saya akan menjelaskan tentang penyakit Bu Salma ya pak, jadi kemarin Bu Salma terkena 2 penyakit yaitu hipoksemia dan panic attack, oke untuk hipoksemia Alhamdulillah sudah sembuh total ya pak, tapi panic attack adalah menyakit mental yang di akibatkan trauma yang mendalam" jeda 2 detik

"jadi untuk panic attack bapak bisa menyembuhkannya dengan banyak bersabar dan selalu ada untuk pasien, jangan buat pasien merasa kesepian dan jangan sekalipun menunjukkan kolam apapun itu kepada pasien"

"seperti yang dibilang bapak sebelumnya, pasien mempunyai trauma terhadap kolam yang dalam, betul?"

"betul dok"

"nahh jangan sekali kali bapak ajak ke kolam renang atau di manapun itu yang berkolam, tapi cobalah bapak ajak ke danau, saya juga belum tau pasti apakah bisa bereaksi kepada pasien, tapi bapak cobalah sering membawa pasien ke danau, itu juga dapat menyembuhkan pasien"

"baik dok"

"ingat kata saya jangan biarkan pasien merasa sendirian, dan jangan ajak kemanapun itu yang berbau kolam dan ikan karena bisa kambuh"

"baik dok, kalau gitu saya permisi dulu, terimakasih dok assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"

"wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"

flashback off

"bang kok ngelamun sihh" panggil Akmal

"astaghfirullah" ucap Aimar sambil mengusap wajahnya.

"bang, Akmal gapernah bermimpi punya kakak ipar seperti mba Alma, dia menerima apa adanya dan ia sangat menyayangi adik adik kita dan keluarga kita" ucap Akmal sambil melihat ke arah Alma bersama adik dan adik sepupunya

"Abang tau?, Akmal klo ditanyain sama Abah dan ummah tentang jodoh abang pasti Akmal sangat sensitif dengan pertanyaan itu, karena yang ada dipikiran Akmal hanya Ning Sayla, dan ternyata takdir Allah memang gapernah salah" ucap Akmal

"Masya Allah mal, saya juga sedikit bingung dengan perubahan Alma" tiba tiba Rafka menyaut

"wahh kenapa bisa bang?" tanya Akmal

"Alma tuhhh duluu ketua balapan liar, gapernah dirumah KLO malem, plus Abi seminggu sekali dipanggil guru BK karena Alma bikin ulah" ucap Rafka

Pancaran Sepertiga MalamCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang