"apakah aku pantas mendapatkan semua ini?"
-Salma Rahmania Az Zaqran-
----------------------------------
jam menunjukkan pukul 7.30
Alma segera berlari dari kamar Aimar, ia sangat panik karena sudah terlambat untuk pergi ke sekolah, Aimar yang sudah duduk di sofa ruang tamu pun bingung, mengapa istri kecilnya itu sangat terburu-buru
bruk
"akhh sakitt, yaAllah jam berapa ini, aduhh, sakit banget lagi gabisa lari" ucap Alma yang mencoba untuk bangkit dari jatuhnya
"astaghfirullah, kamu kenapa nduk" tanya ummah
"ummah kok Alma bisa disini sihh, aduhh ummah ini udah setengah delapan, 15 menit lagi bel hiks, sedangkan yang ngajar hari ini Gus Aimar, Alma gamau dihukum lagi ummah, kepala Alma masih sakit sedikit, Alma gamau dijemur" ucap Alma sambil gelisah
"nduk, tidak usah takut soalny---"
"ummah HUAAA, bantuin Alma hiks" ucap Alma sambil menangis kencang
"nduk dengerin ummah, kamu hari ini libur, suamimu juga ijin tidak mengajar soalnya mau njagani kamu dulu" ucap ummah
"suami?" gumam Alma, ahh dia baru ingat klo dia baru punya suami
"hei kenapa kamu nangis hm?" ucap Aimar
"gapapa" ucap Alma sambil mengerucutkan bibirnya
"kamu istirahat aja, ayo naik" ucap Aimar
"Alma gabisa berdiri, Gus tunggu diatas Alma nanti naik tpi aga slow, soalnya Alma mau ngesot hehehe" ucap Alma
"Allahu Akbar kelamaan Alma, sini saya gendong"ucap Aimar sambil menggendong Alma ala bridal style
mereka pun menaiki anak tangga, sesampainya di kamar Aimar, Aimar sangat heran mengapa Alma sangat lesu hari ini, apakah efek Karena tidak enak badan?, tpi tidak, ternyata Alma kepikiran sesuatu yang tidak terduga
"Gus?, apakah Alma pantas mendapatkan semua ini?, Alma sangat jauh dengan kata faham agama, tapi mengapa Gus bisa mau sama Alma,bukankah wanita dinikahi karena empat perkara, kecantikannya,hartanya, keturunannya dan agamanya, coba Gus fikir, Alma emang ada harta dari Abi umi, tapi Alma tidak cantik apalagi agamanya udahh obrak Abrik" ucap Alma
" benar katamu wanita dinikahi karna empat perkara, kamu sudah memenuhi 3 perkara, dan untuk agama saya bisa mendidik mu, kamu tidak usah khawatir saya ingin mendidikmu, bukan di didik" ucap Aimar
"apakah Gus terpaksa dengan perjodohan ini?" tanya Alma
"kenapa kmu tanya seperti ini hm?, apakah saya pernah bilang klo saya terpaksa?, tentu tidak wahai zaujati, jujur waktu awal saya bertemu kamu saya sudah memiliki rasa kepadamu zaujati, awalnya saya sangat bingung perasaan apa ini sampai-sampai hafalan hilang, dan setelah saya cerita ke Abah ternyata itu rasa cinta, makanya disitu Abah langsung telpon ke Abi untuk melaksanakan akad" ucap Aimar
buliran air jatuh dari mata Alma, ia tidak menyangka ternyata ada laki-laki yang mencintainya dengan tulus, pasalnya selama ini ia hanya jadi bahan laki-laki diluar sana
"heyy kenapa menangis hm?" tanya Aimar
"hiks ngga papa Gus" ucap Alma
KAMU SEDANG MEMBACA
Pancaran Sepertiga Malam
Jugendliteratur!!ALUR CERITA!! NO PLAGIARISM ALLOWED!! Seorang gadis bernama Salma Rahmania Az Zaqran adalah gadis yang berandal dan tak taat aturan, bisa dibilang gadis itu jauh dari pandangan keluarganya yang sangat alim. Gadis itu dimasukkan ke penjara suci ber...
