Bab 32.| Halal bi Halal para ulama

251 15 3
                                        

.
.
.
.
.
_______________

Aimar pun mulai menancapkan gasnya untuk menuju ke lokasi pertama yaitu di pesantren milik orang tua Gus geerzan, saat diperjalanan Alma hanya asyik menatap sebuah lembaran kertas berisi narasi, sedangkan si kembar sudah terlelap dalam tidurnya.

"Masya Allah, ini si kembar lucu banget ya klo tidur" ucap Alma sambil terkekeh

"lucu mereka atau lucu aku hm?" tanya Aimar tiba-tiba

"HOK CUH" ucap Ais tiba-tiba yang baru terbangun dari tidurnya

"diam atau Abang turunin" sarkas Aimar

"nyenyenye, cerewet" ucap Ais lalu ia melanjutkan mimpinya tadi

"mas mas" panggil Alma

"apa sayangg?" ucap Aimar

"mas cuma ceo sama dosen kan?, ngga mafia atau penjahat?" tanya Alma tiba-tiba

"Saya mafia" ucap Aimar sambil mengeluarkan suara beratnya

Alma hanya terdiam kikuk, apakah Aimar tidak merasa puas menjadi ketua geng motor?, pikiran Alma sangatlah gelisah saat ini.

"mafia sholawat maksudnya" ucap Aimar sambil terkekeh melihat wajah Alma yang pucat saat mendengar tuturnya

"ALLAHU AKBAR" ucap Alma sambil mencubit tangan Aimar

"astaghfirullah sayang, makanya jangan kebanyakan baca novel, mafia mah sekarang udahh ngga jaman, sekarang jamannya geng motor" canda Aimar sambil terkekeh

"iya, kaya mas Achad, panglima geng motor tapi motornya motor Mio modip yang bunyinya plokotok plokotok, terus biasanya klo bikin sinematik lagunya kaulah yang berarti bagiku, engkaulah hidup dan matiku" ucap Alma sambil menghayati lagu yng ia nyanyikan

"astaghfirullah, not my style sayang" ucap Aimar

"hahaha" almapun hanya tertawa gembira

mereka pun melanjutkan perjalanannya, tak terasa sudah tiga puluh menit berlalu, kini mobil Aimar sudah terparkir di halaman ponpes darul Musthofa, ternyata tidak hanya Gus geerzan yang ada disana tetapi gua rafzan juga sudah ada disana

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" salam Aimar

"waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, ehh Gus Aimar tohh" ucap geerzan

"apakah sudah siap?, mari berangkat, jangan banyak bicara segera naik ke mobil saya"ucap Aimar dengan nada khasnya

"ehhh santai gus " ucap rafzan dan geerzan

"gus saya ngga disapa nih, halo assalamualaikum" ucap Akmal sambil menggerak-gerakkan tangannya

jadii begini, dimobil Aimar itu tidak hanya Alma dan sikembar , tetapi ada Akmal dan Zizi, sedangkan mobil Rafka hanya ada orangtua Aimar, jadi jangan salah faham dulu,jadi aman Akmal bukan cenayang yang tiba-tiba muncul

"waalaikumsalam Gus akmal" jawab geerzan

"ayo segera naik, acara akan segera dimulai "

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 14, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Pancaran Sepertiga MalamCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang