saya selalu mencintaimu sampai maut memisahkan kita
-Aimar Arshad Ar Rasyid-
jam menunjukkan pukul 17.25
Alma menerjap-nerjapkan matanya, ia tak sadar bahwa sedari tadi ia tertidur pulas, ia tak melihat seseorang pun dikamar nuansa hitam putih itu.
Alma pun bergegas turun keruang keluarga, dan yap ia masih melihat tamu yang sedari tadi ditunggu oleh suaminya, saat ia turun ia dipanggil oleh Aimar agar menemaninya duduk disampingnya, Alma pun langsungg menuju ke dapur, ia bukan tak mau menemani suaminya itu, tapi ia ingin membantu para perempuan di dapur.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhh everyone" ucap Alma
"wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhh, gimana mba tidurnya enak?"tanya Zizi
"iya , enak banget pokoknya top lah" ucap Alma
"mba ayo bersih bersih meja makan nanti habis Maghrib makan bareng, sekalian sama Gus geerzan dan Gus rafzan" ajak Ais kepada Alma
"ayo, tpi mba Alma mau ke Gus aim dulu ya, tadi Gus aim manggil tpi Alma ngga kesana, sekalian ijin buat sholat di masjid bareng kalian" ucap Alma
"Beneran mba?, sholat dimasjid bareng kita?" tanya Zizi
"iyaa, mba Alma lagi kangen sama Hazna Dilla Raisya dan Ara" ucap Alma
"oke dehh mba, ayo ijin ke bang aim dulu" ucap Zizi Ais dan Zahwa
Alma pun menuju ke arah Aimar, ia sebenarnya malu karena disana ada geerzan dan rafzan, tpi demi mendapatkan ijin dari Aimar ia pun memberanikan diri.
"Assalamualaikum Gus" salam Alma
"wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhh zaujati, kenapa hm?, kamu marah ya sama saya?" tanya Aimar
"enggak kok Gus"jawab Alma
"kenapa waktu saya panggil tidak merespon hm?" ucap Aimar
"malu" bisik Alma
"astaghfirullah, tidak apa-apa Humairah, ini sahabat saya perkenalkan ini Gus geerzan Demian aldeeran dari ponpes darul Musthofa, dan ini Gus rafzan reyen alzeeran dari ponpes Al Muhajirin, mereka sahabat saya sedari kecil" ucap Aimar
"loh kalian beda ayah ya?, Alma kira mereka kembar soalnya namanya hampir sama" ucap Alma
"hahaha, nduk dulu Abah sebenarnya juga diajak janjian sama orang tua mereka tapi Abah tidak mau soalnya kurang keren" bukan Aimar yang menjawab tapi Abah Ahmad yang menjawab
"ohh gitu ya bah, berarti klo Abah ikut janjian nama Gus aim jadi Marzan ya?" canda Alma
seisi ruangan termasuk yang ada didapur pun tertawa kecuali Aimar yang sedari hanya tersenyum tipis mendengar penuturan Alma, memang candaan Alma susah ditebak.
"saya bukan sirup ya,memang kamu mau saya jadi rebutan saat ramadhan?" tanya Aimar
"lah sejak kapan kamu tidak diperebutkan saat ramadhan, biasanya santriah selalu rebutan toh saat sholat tarawih" ucap Abah Ahmad
"bahh sudah toh, kasian anakmu, memang ya kamu sefrekuensi sama menantumu" ucap ummah laila
"ohh iya Gus ,tujuan Alma kesini mau minta ijin sholat di masjid boleh yaa, Alma kangen suasana itu, Gus juga gapapa kok klo mau jadi sholat dimasjid, tpi jangan jadi imam, Gus cuma boleh imamin Alma" ucap Alma
KAMU SEDANG MEMBACA
Pancaran Sepertiga Malam
Teen Fiction!!ALUR CERITA!! NO PLAGIARISM ALLOWED!! Seorang gadis bernama Salma Rahmania Az Zaqran adalah gadis yang berandal dan tak taat aturan, bisa dibilang gadis itu jauh dari pandangan keluarganya yang sangat alim. Gadis itu dimasukkan ke penjara suci ber...
