Bab 25. |ngambek

979 39 0
                                        

..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
___________________

BRUG PYARR-

"ALMAA" teriak Aimar menghampiri Alma

"apaa, kenapa??"saut Alma yang kebingungan dengan kepanikan suaminya

"suara apa tadi?" tanya Aimar yang panik

"Ohhh gapapa mas, Alma cuma pecahin es terus esnya malah jatuh kelantai, untung ngga kena kaki Alma" ucap Alma dengan santainya

"Alhamdulillah yaallah" ucap Aimar

"lain kali hati-hati ya zaujati, kasian es batunya" ucap Aimar dengan muka jailnya

"liin kili hiti-hiti yi ziijiti, kisiin is bitinyi, Hehh istrinya tuhh ini bukan es batu, ohh apa mas mau nikah sama es batu?"ucap Alma sambil menunjuk nunjuk dirinya

"heh astaghfirullah"ucap Aimar sambil mengusap dadanya

"salah siapa lebih belain es batunya" ucap Alma dengan raut wajah yang mengerut

"ihh ngapain merengut?,tambah lucu tau" ucap Aimar sambil mencubit pipi Alma

"ihh sakit tauu, Nih tolong bikinin air es, awas aja klo ditambahin sesuatu" ucap Alma

"okee palingan saya tambahin sirup tiga sendok" jail Aimar

"ihhh ngeselin aku aduin ke Abi sama Abang" ucap Alma

"aduin aja wlee" ucap Aimar

"HUAA ABANG. MAS ACHAD NAKAL HIKSS" tangis Alma sambil berlari ke ruang tamu

"heyy mau kemana ini sudah jadi" ucap Aimar sambil tertawa dan membawa segelas air es, ia pun menyusul istrinya

"ketangkep" ucap Aimar saat berhasil menangkap Alma

"Huaaa, ummah liat nih anak ummah nakal banget sama Alma" adu Alma

"Aim, kamu apain anak ummah" ucap ummah Laila

"ummah Gus aim ngeselin banget tau hiks" ucap Alma

"heh, Mas bukan Gus, kamu kira saya guru kamu yang katamu galak itu, yang setiap malam kamu ceritain itu" ucap Aimar tanpa merasa

"umi, emang Alma dulu mondok dimana?, kok Gusnya kayak killer banget" tanya Aimar

"Mptthh hahahaha"pecah tawa Rafka

"dia pertama kali mondok tuhh disini im, dan yang dimaksud Alma itu ka--hahahaa kamu" ucap Rafka sambil tertawa terbahak bahak

wajah Aimar yang semula tampak kebingungan sekarang berubah menjadi datar dan cool, ia melirik ke arah Alma yang sedari tadi hanya cengar cengir

"ohh jadi begitu?" ucap Aimar sambil menatap tajam ke arah Alma

"klo iya kenapa?" ucap Alma

"ehh Ahmad, Laila, kita pamit ke penginapan dulu yaa, saya disini sekitar masih empat harian lagi jadi klo ada apa apa bilang ke saya" pamit abi Rahman

Pancaran Sepertiga MalamCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang