.
.
.
.
.
.
.
.
___________________
mentari pagi berseri seri menyambut hari, burung burung berkicauan ranting ranting pohon, memang pagi ini adalah pagi yang sangat indah, cerah dan pasti pagi yang bahagia.
Namun berbeda dengan Aimar yang sedari tadi tak henti-hentinya meneteskan air mata, sungguh berat ujian yang Allah berikan kepada Aimar, tapi Aimar yakin dibalik pedihnya ujian ini pasti ada hikmah yang sangat membahagiakan sedang menunggunya.
"sayang, kapan sadar hm?, nyaman banget ya tidurnya?, atau kamu msh marah sama saya?" ucap Aimar sambil menatap lesu wajah Alma
"maafin saya ya?, saya belum bisa menjaga kamu, andai saja saya tidak ke kampus dan kantor kamu pasti aman di dekapan saya" ucap Aimar menyesali perbuatannya
"Aim, ini sudah takdir kita gaada yang tau, kamu sudah menjadi suami yang baik, kamu sudah berhasil merubah Alma sampai ketitik ini" ucap Rafka sambil memeluk tubuh Aimar
"tpi aim gagal menjaga Alma bang" ucap Aimar sambil berderai air mata
"tidak aim tidak, kamu sudah memberikan yang terbaik" ucap Rafka sambil memeluknya dengan erat
saat Rafka sedang memeluk Aimar tanpa ia sadari sedari tadi seorang gadis sedang memandanginya sambil meneteskan air mata
"Alma" kaget Rafka dan Langsung membalikkan tubuh Aimar
"sana peluk istrimu, istrimu juga ikut nangis gegara kamu" bisik Rafka dengan candaan
"na'am bang" ucap Aimar
Aimar pun mendekati brankar Alma sambil mengusap air matanya, jujur ia ingin menyembunyikan kesedihannya, tapi tidak bisa karena setiap ia melihat wajah Alma pasti rasa sedih, penyesalan, dan amarah menjadi satu
Alma sedari hanya melihat Aimar yng ragu untuk mendatanginya,Alma tau jika Aimar menyembunyikan tangisannya namun selalu gagal akibatnya
"a-assamualaikum Humaira"ucap Aimar sambil menatap lekat wajah Alma
"wa'alaikumsalam mass" jawab Alma
"gimana ada yang sakit hm?, apa mau panggil dokter?" tanya Aimar
"gausah mas, Alma gapapa kok, tapi perut Alma sakit dikit" ucap Alma
"sakit banget hm?" tanya Aimar
"ngga mas, dikit doang" ucap Alma sambil tertawa remeh dan tanpa sengaja memukul punggung Aimar
"akhh" desis Aimar
"ehh maaf mas astaghfirullah, Alma lupa klo punggung mas juga abis dijait" ucap Alma
"tidak apa-apa sayang, cuma sakit sedikit" ucap Aimar sambil tersenyum
"beneran kan?" tanya Alma
"iya sayangg, kamu mau denger cerita ngga?" tanya Aimar
"mau dong mass" ucap Alma
KAMU SEDANG MEMBACA
Pancaran Sepertiga Malam
Teen Fiction!!ALUR CERITA!! NO PLAGIARISM ALLOWED!! Seorang gadis bernama Salma Rahmania Az Zaqran adalah gadis yang berandal dan tak taat aturan, bisa dibilang gadis itu jauh dari pandangan keluarganya yang sangat alim. Gadis itu dimasukkan ke penjara suci ber...
