Bab 5. |pingsan

1.3K 56 0
                                        

Alma dan Zaina pun menjalani hukuman, namun tempat mereka berbeda, Alma di halaman ponpes sedangkan Zaina di lapangan upacara ponpess, Alma tidak sarapan tadi pagi dikerenakan ia ingin menyetorkan hafalannya ke Gus Aimar, Namun... Biasanya Alma tidak bisa jika tidak sarapan tapi pagi ini Alma sangat nekat agar hafalannya cepat selesai, namun jam menunjukkan jam 13.00, sebenarnya Alma akan menjalani hukuman pada jam 9 tdi namun, Zaina tidak bisa mengikutinya terpaksa Alma menunggu Zaina untuk menjalakan hukuman bersamaan.

"Alma, Zaina segera menjalankan hukuman di tempat yang sudah saya katakan tadii" ucap ustadz nashron

"Baik ustadz" ucap mereka berdua

Setelah kurang lebih setengah jam Alma merasa tidak kuat lagi karena ia belum sarapan dan cuacanya sangat panas,namunn ia berusaha agar tidak pingsan, namun ia......

Brukk

Alma pingsan dengan keadaan hidungnya sudah dipenuhi darah, karena Alma emang sensitif dengan cuaca panass, Gus Aimar yg melihat Alma pingsan pun segera berlari kearah Alma, Gus Aimar ingin sekali menolongnya namun... , Alma bukan muhrimnyaa, alhasil Gus Aimar hanya bisa memanggil petugas PMR pondokk. Setelah Alma dibawa ke UKS Gus Aimar hanya bisa panik dan meminta pertolongan oleh Allah. Tak lama suara tangisan keluar dari mulut Alma

"Hikss.. Abi kepala Alma pusingg" ucap Alma namun disaat itu Alma belum sadar

"Ya Allah Alma" ucap Gus Aimar yg tanpa sadar meneteskan air matanya

"Eughhh lohh gwe dimana ini?" Tanya Alma pada dirinya sendiri

"Lohhh Gus Aimar kenapa nangis, aku kenapa sihh?" Alma pun bertanya tanya tentang keadaannya saat ini

"Alhamdulillah kamu sudah sadar, saya tidak menangis, saya minta maaf jika saya menghukummu terlalu kejam" ucap Gus Aimar

"Tidak apa-apa Gus" ucap Alma dengan sedikit senyuman

Krucukk~~

Perut Alma pun berbunyi terlalu keras

"Apakah kamu sudah sarapan?" Tanya Gus Aimar

"Belum" jawab Alma

"Sebentar saya ambilkan bubur dulu, kamu diam disini" ucap Gus Aimar dengan raut wajah yang dingin

"Guss" panggil Alma

"Hm?" Jawab Gus Aimar

"Alma tidak suka bubur" ucap Alma

"Lalu mau makan apa?"tanya Gus Aimar

"Alma gamau makan" jawab Alma

"Kamu harus makan" ucap Gus Aimar

"Sebentar saya panggilkan ummah" ucap Gus Aimar

"Guss perut Alma sakit hikss" ucap Alma secara tiba-tiba

"Makanya kamu makan ya" ucap Gus Aimar dengan raut wajah yang dingin

"Yasudah , Alma makan" ucap Alma

"Mau makan apa,nanti saya bawakan" tanya Gus Aimar

"Alma lagi pingin sayur sop" jawab Alma

" Kebetulan ummah tadi masakk sayur sop, kamu tunggu sini saya ambilkan dulu assalamualaikum" ucap Gus Aimar dengan raut wajah yang dingin

"Baik gus wa'alaikumsalam

Tak lama ada suara dari luar, ternyata mereka adalah Hazna, Raisya dan Ara

"Assalamualaikum yaAllah Alma kamu kok bisa kaya gini sihhh" hebohh Hazna

"Wa'alaikumsalam nanti gwe ceritain tp tolong jangan berisik pala gwe pusingg" ucap Alma

"Iyee" ucap Hazna

" Ini ada jajanan kamu makan yaa, kami mau madrasah dulu" ucap Ara

"Hahh kalian mau ninggalin gwe sendirian?" Tanya Alma

"Iya, maaf yaa ma" jawab mereka

" Yasudah gpp, Semangat ya" ucap Alma

"Iyee, yaudahh kami keluar dulu assalamualaikum" ucap mereka

"Wa'alaikumsalam" jawab Alma

Tak lama dari itu Gus Aimar datang dengan membawa semangkuk sop, dan ditemani oleh ummah Laila

"Assalamualaikum" ucap Gus Aimar dan ummah laila

"Wa'alaikumsalam" jawab Alma

"Nakk apakah kepalamu masih pusing?"tanya ummah Laila

"Masih ummah hikss" jawab Alma dengan menangis

"Apa kita kerumah sakit aja?" Tanya Gus Aimar

"Tidak usah Gus,Alma hanya butuh obat" jawab Alma

"Ummah, Alma boleh peluk tidak, Alma biasanya klo sakit dipeluk umi sama Abang hikss" tanya Alma dengan sedikit memohon

"Boleh sayang anggap aja ummah adalah umimu" jawab ummah laila

Alma pun tertidur pulas dipelukan ummah Laila, padahal Alma belum makan, terpaksa ummah Laila dan Gus Aimar membangunkan Alma

"Alma... Makan dulu, nanti tidur lagi ya" ucap ummah Laila

"Almaa.. ayo makan dulu" ucap Gus Aimar

"Eughh iya ummah,Gus" ucap Alma

Setelah Alma makan dan minum obat Alma pun mau kembali ke asrama namun ummah menolak

" Alma malam ini kamu tidur di ndalem yaa" ucap ummah

" Tidak usah repot-repot ummah, Alma mau ke asrama aja" ucap Alma

" Nurut sama ummah nak, nanti kamu tidur di kamar Zihan yaa"ucap ummah Laila

"Siapa Zihan? Istri Gus Aimar?, Gus Aimar udh nikahh ummah" ucap Alma dengan mata yg berkaca kaca

"Zihan adik saya yg sedang berkuliah di Tareem" ucap Gus Aimar dengan raut wajah yang dingin

"Ohh kirain heheh" ucap Alma dengan senyuman kecil

"Ya Allah rasa apa ini, kenapa di setiap hamba dekat dengan Alma hati hamba selalu berguncang ya Allah" ucap Gus Aimar dalam hati

Gimana nih ceritanya??
Maaf yaa klo ga nyambung
Tandain yaa kalo authornya typo hehe
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading semuanya
Assalamualaikum





Pancaran Sepertiga MalamCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang