.
.
.
.
.
.
.
.
________________
sore pun tiba, Alma, hazna, Ara, Raisya, Dila, Zahwa dan Ais sedang menikmati angin sore yang segar itu, mereka sedari tadi hanya mengelilingi ponpes, mereka juga akan membantu nyai Laila atau biasa kita kenal ummah Laila, siang tadi setelah menyelesaikan masalah mereka diutus oleh ummah Laila untuk membantunya
Saat sedang menuju ke ndalem Alma sedari tadi hanya menatap seorang ibu hamil yang sedang ngabuburit bersama suaminya, sungguh sangatlah romantis dan pasti mereka sedang ada di fase sangat bahagia untuk menyambut buah hatinya, itulah yang dipikirkan oleh Alma
jujur saja Alma sangat menginginkan pemandangan seperti itu, tapi mau bagaimana lagi jika Allah menghendaki maka akan terjadi, mungkin Alma belum siap untuk menjadi seorang ibu atau bisa dibilang belum rezeki, pasti semuanya sudah diatur oleh Allah SWT, maka dari itu Alma terus berikhtiar dan selalu memintanya Kepada Allah SWT, semoga segera diberikan momongan dan rumah tangganya sakinah mawadah warahmah.
"sutt sutt, itu liat Alma nangis" bisik Dila
"stop jangan di samperin dulu, biarin tenang dulu, takutnya malah menjadi jadi" larang hazna ketika melihat Dila yang ingin menghampiri Alma
"oke kita bilang pelan pelan" ucap hazna
"Alma?, are you okey?, jangan nangis nanti puasanya batal loh" ucap Dila dan Ara guna menenangkan Alma
"i'm okey" jawab Alma
"kenapa nangis Al?" tanya Raisya
"gapapa, eh kapan ya gue dikasih momingang" ucap Alma sambil menyeka air matanya
"Sabar aja ya?, Allah maha adil Al, pasti Allah tau kemampuan setiap hambanya, mungkin saja ya, menurut Allah kamu itu sudah mampu namun belum sepenuhnya Al, jadi in sya Allah klo udah waktunya pasti dikasih" ucap Hazna menasehati Alma
"Al,tapi kamu udah lakuin ibadahnya kan?" ucap Dila lalu dicubit oleh hazna
"menurut lu aja re" ucap Alma
"menurut gwe sih udah ya Ra" ucap Dila
"ihh kok malah pake panggilan itu sihh, udah ah" ucap Alma
"lu duluan yang mulai" ucap Dila
"eh iyaa btw Gus aim kemana Al, dari siang loh ngga kelihatan" tanya Raisya
"ke kantor sekalian ke kampus tadi" ucap Alma
"baru inget klo Gus aim ternya CEO+ dosen beuhh keren pisan euyy, lelaki idaman itu" ucap seseorang dibelakang mereka
"Gimana rasanya nikah sama orang yang kamu caperin?, pasti seru bukan?, pasti orang tuamu ikut campur juga" ucap Zaina
"Z-zaina?" tanya Alma kebingungan
"kenapa kaget?" ucap zaina
"MAKSUDLU APA KOCAK" ucap dilla yang mulai emosi
"Apa lu?, urusin tuh temen lu, Dasar Mandul" ucap zaina
Alma yng mendengar bukanlah seperti Alma yang biasanya, emosinya tak kambuh namun tiba-tiba badannya melemah dan terduduk lemas dihadapan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pancaran Sepertiga Malam
Teen Fiction!!ALUR CERITA!! NO PLAGIARISM ALLOWED!! Seorang gadis bernama Salma Rahmania Az Zaqran adalah gadis yang berandal dan tak taat aturan, bisa dibilang gadis itu jauh dari pandangan keluarganya yang sangat alim. Gadis itu dimasukkan ke penjara suci ber...
