Bab 15. |sop buntut

1K 55 1
                                        

"bersabarlah maka Allah akan memberikan balasan yang besar"
-Aimar Arshad Ar Rasyid-
.
.
.
.


.
.
.
--------------------------

jam menunjukkan pukul 15.00
Alma bersiap siap untuk Madin bersama teman temannya, tapi saat ingin berangkat Alma malah dipanggil ummah untuk ke ndalem, Alma yng taupun kaget, pikirnya apakah ada masalah lagi, akhirnya Alma pun menuju ke ndalem untuk memenuhi panggilan ummah, saat sesampainya di ndalem Alma pun mengetuk pintu

tok tok tok

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhh" salam Alma

ceklek

"wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhh" jawab Akmal

"wehhh mba Alma tohh,masuk mba, udah ditunggu bang Aimar sama ummah" lanjut Akmal

"ehhh iya Gus" Alma pun memasuki ndalem

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhh ummah Gus" Salam Alma ketika masuk ke ndalem

"wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhh eehhhhhh Alma, ummah boleh minta tolong ngga" tanya ummah

"boleh dongg ummah, tpi ummah, Alma mau Madin, hari ini yang ngisi orangnya galak ummah suka ngehukum Alma, Alma takut dihukum sama orang itu ummah" ucap Alma menyindir Aimar

"ekhem, saya dengar" ucap Aimar

"saya izinkan, kamu disini saja bantu ummah" lanjut Aimar

"seriusss??" tanya Alma

"eitssssssss bentarr, Gus udah nikah yaa?, wahhh semoga sakinah mawadah warahmah ya guss" lanjut Alma saat melihat cincin Aimar

"tidak ini cincin biasa, bukan cincin nikah" ucap Aimar

"yaudah saya berangkat, kamu bantu ummah" ucap Aimar sambil mengulurkan tangannya

"oke Gus, ehhh ngapain ngulurin tangan?, mau Salim?," ucap Alma

"ehh astaghfirullah, maksudnya saya mau salim ke ummah" ucap Aimar sambil mengusap wajahnya

"ekhemm Abang gengsinya selangit" ucap Zizi tiba-tiba lewat

"yaudahh saya berangkat dulu" ucap Aimar menahan malu

"Gus, katanya mau Salim, kan gapapa Gus kan lebih tua daripada Alma, semalem Alma juga dapet mimpi klo Salim sama Gus Aimar gapapa, tapi klo sama laki lain gaboleh, contohnya Gus Akmal, itu bukan mahram Alma," ucap Alma dengan polosnya

"sini" ucap Gus Aimar sambil mengulurkan tangannya

Alma pun mengecup tangan Aimar

"ada yang senyum senyum sendiri nihh" cibir Akmal

"Assalamualaikum warah---- eh masya Allah" salam Abah Ahmad dengan kaget

"yasudah Saya berangkat dulu assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhh" ucap Aimar

"wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhh" jawab mereka serentak

Pancaran Sepertiga MalamCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang