Full Moon - 17

1.4K 84 11
                                        

Sebab meskipun kenangan itu menimbulkan sakit, kini Johnny tidak lagi abu-abu bagi Andrea

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sebab meskipun kenangan itu menimbulkan sakit, kini Johnny tidak lagi abu-abu bagi Andrea.

🌕🌕🌕

"Apa perlu saya bantu packing-nya, Bu?" tanya Ayu yang baru saja membantu Andrea mengeluarkan salah satu koper berukuran 20 inci berwarna abu-abu gelap dari tempat penyimpanannya.

Andrea menggeleng. Ia melirik jam dinding yang ada di walk-in closet sebelum tersenyum ke arah Ayu yang masih berdiri di depan lemari tas. "Kamu istirahat aja, Yu. Bawaan saya sama Bapak nggak banyak kok," meski Ayu adalah asisten rumah tangga, Andrea tidak sampai hati masih menyuruh Ayu bekerja jam segini. "Sekalian nunggu Bapak balik kerja."

"Ya sudah, saya pamit dulu, Bu. Kalau ada perlu apa-apa panggil saya aja, ya, Bu," Ayu tersenyum santun, dan Andrea kembali mengangguk sebelum kemudian Ayu berjalan meninggalkan walk-in closet menuju kamarnya di lantai dasar rumah megah itu.

Waktu memang sudah menunjukkan pukul 8 malam, dan seharusnya Johnny sudah pulang sekarang. Namun, pria yang sudah ditunggu oleh Andrea itu justru belum juga menunjukkan batang hidungnya. Bahkan Andrea dibuat lagi dan lagi menyantap makan malamnya seorang diri alih-alih ditemani sang suami. Sebuah rutinitas yang terasa ganjil meski Andrea masih terus mencoba memaklumi.

Johnny adalah pria yang sibuk. Akan tetapi kesibukan Johnny rupanya tidak hanya berkutat tentang pekerjaan—sebuah kesibukan yang telah memunculkan pergolakan hebat di dada Andrea sejak tiga minggu terakhir.

Andrea berjalan lesu ke arah lemari pakaian Johnny dan mengambil salah satu tuksedo Johnny. Lalu memandangi pakaian berwarna hitam dengan model slim-fit itu dengan pikiran menerawang. Membawanya kembali menuju sebuah kepastian akan keresahannya. Sebab meskipun kenangan itu menimbulkan sakit, kini Johnny tidak lagi abu-abu bagi Andrea.

Fakta yang Andrea dengar dari informan yang ia sewa beberapa minggu yang lalu telah menjernihkan pandangannya perihal sang suami. Sekali lagi, ia kembali ke momen saat di mana pertama kalinya ia mengetahui tentang perselingkuhan Johnny dan Sephia.

"Halo, Mbak Andrea, apa ada masalah dengan file yang baru aja saya kirim?"

"Saya cuma mau nanya, apa foto-fotonya cuma ini aja?"

"Iya, Mbak. Setelah masuk ke kamar hotel satu jam yang lalu, saya nggak liat mereka keluar dari kamar. Tapi sekarang saya masih di lobi hotel kok, Mbak."

"Oh, oke, Mas bisa pulang sekarang, hari ini sampai sini aja."

"Baik, Mbak. Terima kasih."

Andrea menutup telepon dan kembali mengamati foto yang ada di layar laptopnya dengan sesekali menggeser touchpad. Foto-foto itu baru saja ia dapatkan setengah jam yang lalu. Memperlihatkan sosok suaminya yang bergandengan tangan bersama seorang perempuan cantik tengah keluar dari restoran X Beef. Wajah keduanya tampak cerah. Bahkan Andrea bisa melihat tawa Johnny yang teramat langka untuknya. Terlebih, dalam foto tersebut, Johnny terlihat memandangi perempuan itu dengan cara yang tidak pernah pria itu lakukan untuknya.

Under The Full MoonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang