🌕𝑻𝒉𝒆 𝑭𝒊𝒓𝒔𝒕 𝑩𝒐𝒐𝒌 𝒇𝒓𝒐𝒎 𝑴𝒐𝒐𝒏 𝑺𝒆𝒓𝒊𝒆𝒔🌕
Warning : 🔞
Akibat sebuah perjodohan yang dipaksakan, Andrea Kartika Lapada harus menanggung rasa kesepian meski tinggal di rumah mewah bersama Johnny Soeseno, suaminya. Hari-harinya ter...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bahkan hanya dengan menghirup sisa aromanya saja sudah membuat Andrea merasa tenang. Terlebih sebab Johnny masih di sini. Bersamanya.
🌕🌕🌕
Dua bibir yang saling berpagut itu mengeluarkan suara-suara aneh yang menggelitik. Memanggil birahi untuk datang dan menguasai sepasang manusia yang sedang bercengkrama panas di atas sofa kulit di pojok ruangan. Tak peduli oleh respons orang-orang yang sesekali melirik ke arah keduanya, baik Sephia maupun Anton justru semakin intens menarikan lidah masing-masing, mencari kelegaan yang belum terlihat ujungnya itu.
"Anton, aku udah nggak tahan," Sephia mengeratkan tubuhnya, mengunci kedua tangannya di tengkuk sang pria. "Kamu udah bangun belum?" lanjutnya seraya mengusap gundukan yang masih tertutup jeans hitam tersebut.
"Nakal banget kamu," bisik Anton di telinga Sephia sebelum kemudian meninggalkan sebuah jilatan sensual di sana.
Sephia menyeringai. Dengan keadaan mereka yang masih berada di tempat ramai, ia mengenyahkan rasa malunya dan lantas membalikkan posisi untuk duduk di atas paha Anton. "Memang," katanya singkat sambil menggesek bagian bawah mereka yang masih terhalang kain. "Ke toilet, yuk? Aku udah kangen banget sama genjotan kamu," Sephia mendesah sensual sambil menatap Anton penuh penantian.
"I love hypergirl like you," kekeh Anton senang. Ia menampar pantat Sephia, diikuti oleh kecupan di belahan dada sang wanita yang berada tepat di depan wajahnya itu. "Aku janji, aku bakal menuhin vaginamu dengan spermaku."
"I can't wait for that," balas Sephia menantang, tak lupa menjulurkan lidahnya seolah mengisyaratkan bahwa mulutnya pun ingin segera diisi.
Keduanya lantas beranjak dari sofa menuju toilet yang berada di ujung lorong. Anton berinisiatif untuk lebih dulu mengecek toilet pria sementara Sephia menunggunya di depan, setengah tidak sabar. Setelah memastikan tidak ada orang di sana, pria itu lantas menarik tangan Sephia dan masuk ke dalam salah satu bilik toilet bersama sang wanita dengan gerakan tergesa.
Tanpa menunggu aba-aba, setelah mengunci pintu toilet, Anton langsung membalikkan tubuh Sephia untuk menghadap dinding dan menyingkap gaun mininya cepat. Lalu disusul oleh gerakannya membuka resleting dan menurunkan sedikit celananya. Menunjukkan betapa gagahnya dirinya di bawah sana.
"Masukin, aku udah basah," desah Sephia sambil tangannya berusaha menggapai milik Anton yang berada tepat di belakangnya.
Buru-buru Anton menangkap tangan Sephia dan berujar. "Tapi aku mau keluarin di dalam," bisik Anton dari belakang. "Kamu minum pil dan lagi nggak masa subur. So, is it ok, right?"