Full Moon - 36

926 55 14
                                        

Matanya perlahan berkaca-kaca, surat yang semula ia pegang seketika meluncur jatuh begitu saja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Matanya perlahan berkaca-kaca, surat yang semula ia pegang seketika meluncur jatuh begitu saja. Johnny menurunkan pandangannya ke perut rata Andrea, tapi kini seakan menyimpan seluruh semesta di dalamnya.

🌕🌕🌕

Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam saat pintu lift terbuka dan menampakkan sosok Johnny yang keluar dari sana. Andrea yang sedang duduk di sofa sembari menunggu kepulangan suaminya itu seketika berdiri dan menyongsong kedatangan sang pria dengan senyuman. Di tangannya ada sebuah surat keterangan dokter yang ingin sekali Andrea tunjukkan kepada Johnny yang sudah semakin mendekatinya itu.

"Kok belum tidur?" tanya Johnny setelah berdiri dengan jarak setengah langkah dari Andrea.

"Aku nunggu kamu," jawab Andrea dengan senyum yang semakin mengembang. "Aku punya sesuatu buat kamu," lanjutnya seraya menyodorkan surat di tangannya kepada Johnny.

Kening Johnny berkerut, benaknya penuh pertanyaan. Dengan gerakan ragu Johnny menerima surat tersebut. Ia membuka perlahan surat yang semula terliat dua itu dan membaca isinya dalam diam. Tiga sekon berselang, mata Johnny tiba-tiba membola, mulutnya sedikit terbuka. Air mukanya berubah terkejut seraya menoleh ke arah Andrea yang masih mempertahankan senyumannya.

Sekejap, waktu berhenti. Suara detik jam di dinding terdengar begitu nyaring, seakan seluruh dunia memberi ruang bagi kabar suci itu. Johnny terdiam, mulutnya tertutup rapat dengan pandangan yang tidak beralih dari Andrea. Matanya perlahan berkaca-kaca, surat yang semula ia pegang seketika meluncur jatuh begitu saja. Johnny menurunkan pandangannya ke perut rata Andrea, tapi kini seakan menyimpan seluruh semesta di dalamnya.

"Kamu hamil, Re?"

"Iya, aku hamil, Joe."

"Oh my God, is it real? Am I reading this wrong?"

"No, you saw it right. I'm pregnant, Joe. Usia kandunganku sudah tiga minggu," air mata Andrea menitik perlahan. Tetapi senyumannya kian merekah.

Johnny menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, menunduk, lalu tiba-tiba melangkah mendekat dan menarik Andrea ke dalam pelukannya. Pelukan itu terasa erat. Getaran tubuhnya tidak bisa lagi ia sembunyikan. Bahu sang pria bergetar, bersamaan dengan bahu Andrea yang mulai basah.

Johnny sedang menangis.

Sebuah momen yang meskipun dalam khayalan tidak pernah berani Andrea pikirkan. Sosok yang dikenal kuat dan tak tersentuh itu sedang mengeluarkan air mata kebahagiaannya. Membuat Andrea ikut terisak bersamanya, di dalam pelukan hangat yang masih bertaut dengan sempurna. Saling merasakan denyut kehidupan baru yang akan mengisi rumah mereka.

Malam semakin larut, namun Johnny yang sudah membawa Andrea masuk ke dalam kamarnya itu masih enggan menyudahi hari ini begitu saja. Keduanya sedang duduk berdampingan sambil bersandar di kepala ranjang, tidak lagi peduli bahwa waktu terus berjalan. Segala sesuatunya benar-benar telah berubah. Johnny merasa bahwa sedang ada mahkota tak kasat mata di atas kepalanya. Ia sedang duduk di atas singgasananya. Dan rumahnya seolah sudah berubah menjadi istana. Bahkan udara malam yang biasanya dingin kini terasa hangat untuknya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 29, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Under The Full MoonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang