Full Moon - 34

496 42 10
                                        

Galau itu terus melandanya tanpa henti

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Galau itu terus melandanya tanpa henti. Seolah tidak ingin membiarkan Andrea bernapas lega dan meyakini keputusannya yang ingin melepaskan diri dari Johnny.

🌕🌕🌕

Salah satu pelampiasan paling ampuh untuk melupakan sakit hati adalah dengan bekerja. Menyibukkan diri dengan setumpuk pekerjaan agar pikiran tak lagi sempat membawa kenangan menyakitkan yang setengah mati ingin dienyahkan. Seperti yang sedang Andrea lakukan sekarang. Wanita itu tengah sibuk membaca draf perjanjian restoran miliknya dengan pihak Crown—perusahaan kapal pesiar yang sedang akan melakukan kontrak kerja sama dengan Nusa Rasa.

Meskipun tidak banyak yang harus dilakukan, karena Andrea memilih kerjasama franchise atau licensing sebagai awal langkahnya memasuki dunia kapal pesiar. Tapi tetap saja ada beberapa hal yang harus ia pelajari agar tujuannya yang ingin melakukan brand awareness global dapat tercapai. Ia membaca satu per satu pasal yang tertera di dalam draf. Mulai dari pasal tentang ruang lingkup lisensi, pasal biaya dan royalti, hingga pasal bahan baku dan pelatihan yang sangat krusial dalam bisnis FnB.

Andrea masih terus menekuri dokumen yang ada di tangannya saat tiba-tiba terdengar ketukan dari arah pintu ruangannya.

"Masuk," ucapnya tanpa mengalihkan perhatiannya dari dokumen yang sedang ia baca.

"Apa aku mengganggu waktumu sekarang?"

Andrea seketika terkesiap. Sebab pemilik suara itu adalah ....

"Johnny?" Andrea menoleh ke arah pintu, wanita itu seketika bangkit dari tempat duduknya sambil menatap sang suami heran. "Kok kamu bisa ada di sini?"

Susah payah Andrea mengalihkan pikirannya dari pria itu. Si sumber masalah justru menghampirinya tanpa rasa bersalah. Agaknya semesta memang belum menyerah dalam misi membuat Andrea menderita, bahkan ketika wanita itu sudah mulai pasrah terhadap pernikahannya.

"Mau ngajak kamu makan siang," ucap Johnny santai, sangat amat tanpa beban.

Andrea ingin bertanya, ada angin apa? Tapi tentu saja itu hanya berputar di dalam otaknya. Wanita itu menaruh dokumen yang semula ia pegang ke atas meja dan menghampiri Johnny yang sedang berjalan ke arah sofa tamu di ruangannya.

"Kamu nggak sibuk?" tanya Andrea mengambil duduk di samping Johnny yang sudah lebih dulu sampai di sofa yang ia tuju. "Bukannya kamu lagi ngurusin tender buat PLTU yang di Cirebon itu?"

"Sibuk, ini aku baru selesai meeting langsung ke sini," Johnny melirik jam tangannya sekilas sebelum kembali mengalihkan pandangan kepada Andrea. "Kamu sudah makan siang?"

Andrea refleks menggeleng. "Rencananya mau makan di bawah saja sih nanti."

"Makan siang sama aku saja sekarang. Sekalian aku mau nyobain menu baru di restoranmu," Johnny kembali berdiri dan mengulurkan tangannya kepada sang istri.

Under The Full MoonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang