Full Moon - 21

819 63 19
                                        

Pria itu menarik napas dalam-dalam, mencoba meresapi momen yang baru saja terjadi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pria itu menarik napas dalam-dalam, mencoba meresapi momen yang baru saja terjadi. Ia tak pernah membayangkan bahwa Andrea, yang selama ini hanya ia anggap sebagai partner hidup biasa, kini mampu membuatnya merasa seperti pria paling beruntung di dunia.

🌕🌕🌕

Additional part 20 sudah tayang di karyakarsa. Bagi yang mau baca bisa mampir ke karyakarsaku. Isinya ... seperti biasa, lebih romantis dan intim daripada yang gratisan hahaha

🌕🌕🌕

"Kamu nggak pamitan ke Luca dulu kita pulang duluan?" Andrea berusaha merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.

Johnny menggeleng, ia menarik tangan Andrea lembut lalu berjalan keluar dari area vila tempat after party pernikahan Luca diadakan. Meski malam masih panjang dan pesta masih berlangsung dengan meriah, tapi tampaknya Johnny telah enggan menghabiskan lebih lama di tempat itu.

"Luca pasti ngerti kenapa kita pulang duluan," Johnny menghentikan langkahnya saat keduanya telah tiba di gerbang vila. "Tunggu sebentar, aku telepon sopir dulu," ia lantas mengambil ponselnya yang ada di saku jas dan menelepon seseorang.

Setelah bercakap-cakap sebentar dengan sopir yang ia sewa, sambungan telepon itu pun berakhir dan Johnny sudah bisa kembali fokus kepada Andrea yang ada di depannya.

"Sopirnya sebentar lagi datang," kata Johnny sambil memasukkan kembali ponselnya ke saku.

Namun bukannya mendengar sebuah jawaban, Johnny justru mendapatkan kecupan hangat di bibirnya. Wanita yang baru saja mengecupnya itu hanya tersenyum manis sambil memeluk pinggang Johnny erat. Seolah tidak menginginkan Johnny berpaling sedikitpun darinya.

"Kamu mabuk?" tanya Johnny seraya memegang kedua pipi Andrea yang kemerahan karena blush yang ia pakai.

Andrea menggeleng, ia semakin mengeratkan pelukannya dan tersenyum lebih lebar. "Malam ini rasanya menyenangkan," jujurnya dengan pandangan yang tak lepas dari sang suami. "Kamu bikin aku merasa sangat sangat bahagia. Entah kenapa, aku nggak tau gimana cara jelasinnya. Tapi aku benar-benar bahagia."

Ungkapan polos dan manis yang baru saja diucapkan Andrea agaknya telah mampu menyentil hati Johnny yang semula biasa saja. Pria itu mulai memperhatikan detail wajah Andrea yang jarang ia perhatian selama ini. Sorot mata lembut, hidung yang mancung, serta bibir yang menggoda—membuat Johnny ingin terus menciuminya.

Keduanya hanya diam dan saling menatap. Membiarkan kesadaran mengambil alih waktu yang terus berjalan. Akan tetapi semakin lama, Johnny semakin merasakan keanehan pada dirinya. Wajah Andrea yang semula biasa saja di matanya, kini berubah layaknya wanita tercantik yang pernah ia lihat di muka bumi. Ia pun tak mengerti, kenapa persepsinya bisa berubah hanya dengan keintiman yang ia coba buat bersama Andrea.

Under The Full MoonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang