Full Moon - 31

442 31 0
                                        

Tidak pernah Johnny membayangkan bahwa Sephia akan berani bersikap demikian terhadapnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tidak pernah Johnny membayangkan bahwa Sephia akan berani bersikap demikian terhadapnya. Terlebih setelah mereka berpisah satu minggu lebih lamanya.

🌕🌕🌕

Johnny kaget bukan main saat sebuah vas melayang dengan cepat dan terbentur dinding yang tak jauh darinya. Suara benturan yang keras, diikuti oleh gemericik serpihan kaca yang menyentuh lantai setelahnya, dan makian yang dilontarkan Sephia kepadanya. Suara-suara itu tumpang tindih dan mengejutkan. Tidak pernah Johnny membayangkan bahwa Sephia akan berani bersikap demikian terhadapnya. Terlebih setelah mereka berpisah satu minggu lebih lamanya.

"What's wrong with you?" tanya Johnny penuh penekanan dan sorot mata tajam.

Pria itu melangkah perlahan mendekati Sephia yang masih menangis seraya menatapnya penuh amarah. Tidak ada jawaban dari sang wanita kecuali suara tangisannya yang semakin nyaring.

"Sephia, why are you yelling at me?" tanya Johnny lagi ketika tak kunjung mendapat jawaban dari wanita itu. "Aku baru saja datang, aku nggak tahu salahku di mana, dan kamu tiba-tiba nyerang aku dan teriak seperti orang gila. Have you lost your mind?" ucap Johnny lagi, kali ini ada nada bingung di sana.

Bukannya menjawab dengan kata-kata, Sephia justru tertawa. Ia tertawa terbahak-bahak sambil berusaha mengusap air mata yang masih menggenang di pelupuk matanya. Wanita itu menyambar ponsel yang tergeletak mengenaskan di atas sofa dan mengangkat layarnya ke arah Johnny. Menunjukkan si pria apa yang membuatnya semarah ini.

"Perfect couple of the year they said," sindir Sephia dengan senyum mengejek. "Bagaimana kalau Andrea tahu kalau suami yang sangat dia banggakan ini sudah berselingkuh bahkan sejak hari pertamanya menjadi seorang suami? Menurutmu apa Andrea masih bisa sebahagia ini?" Sephia menyugar rambutnya yang sudah acak-acakan, ia kembali melempar ponselnya ke atas sofa dan mendekati Johnny yang masih berdiri kurang dari satu meter darinya.

Pria itu bergeming, tidak terpengaruh atas luapan emosi yang baru saja ia dengar. Tadi siang ia sudah tersulut emosi karena ayahnya, dan malam ini ia masih harus menghadapi drama remeh yang tidak ia antisipasi sebelumnya. Sungguh menyebalkan.

"So, what exactly do you want from me?" Johnny akhirnya kembali bersuara, namun tidak ikut bergerak mendekati Sephia yang sedang melangkah menuju dirinya.

"Kamu yakin nanya itu ke aku?" Sephia menunjuk Johnny dengan telunjuknya yang dihiasi kuteks merah marun kesukaannya.

Johnny memejamkan matanya sejenak. Lalu menghela napas kasar dan mengangguk. "Ya, katakan. Apa yang kamu mau dariku, Sephia?"

"Aku mau kamu," jawab Sephia cepat. "Aku mau kamu cuma untukku. Aku mau kamu untuk jadi milikku seorang. Aku mau kamu meninggalkan Andrea dan hidup berdua denganku. Aku mau kamu Johnny. Aku cuma mau kamu," Sephia mendorong bahu Johnny dengan kedua tangannya meskipun itu sama sekali tak berhasil membuat Johnny bergeser dari posisinya sekarang.

Under The Full MoonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang