12. I promise

242 30 4
                                        

Gaon ketika sampai ke kamarnya, hal pertama yang ia lakukan adalah menatap pantulan dirinya di depan cermin.





Memperhatikan seperti apa tampangnya seharian tadi.





Jam menunjukkan pukul delapan malam, dan senyuman itu tidak hilang dari wajah Gaon semenjak O.de pamit untuk pulang beberapa menit yang lalu setelah menghantarkannya pulang.





Perbaiki rambut, bergaya, dan semacamnya.





Beginilah Gaon kalau sudah sadar.





Saat sedang sibuk-sibuknya bercermin, pintu kamar terbuka dari luar.





Gaon menoleh ketika melihat Jun Han masuk.





Dan disusul ada Jooyeon di belakangnya.





Membawa boneka kelinci besar.





"Habis darimana lo pada tiba-tiba ngadopsi tuh kelinci?"





Jooyeon lalu menaruh kelinci tersebut di sebelah kasur Jun Han, mengeluh lelah setelahnya.





"Habis dari pasar malam, nih anak kepengen banget kelinci ini ya udah gue bawain."





Jun Han menyengir ketika dikatakan begitu oleh Jooyeon, ia sibuk membuka sepatunya di dekat pintu untuk ia taruh ke dalam rak.





Gaon berkacak pinggang, "lo tolong bawa doang? Gak lo beliin?" Tentu saja niat mengompor.





Jooyeon yang dikompor, tidak terima, "belum aja ya, sekarang akhir bulan. Lo gak usah kompor anjir. Perusak hubungan aja lo."





Jun Han hanya tertawa di latar belakang, untungnya ia sudah terbiasa dengan percekcokan antara Gaon dan Jooyeon.





"Emang O.de udah beliin lo apa? Sombong banget lo keknya."





Jun Han lalu melangkah menuju kamar mandi, meninggalkan Jooyeon dan Gaon di ruangan itu.





Melihat Jun Han pergi ke kamar mandi, Gaon lalu berbicara sambil berbisik pada Jooyeon.





"Udah sampe mana lo sama Jun Han? Udah dia balas perasaan lo?"





Jooyeon menggeleng.





"Tapi gue liat-liat dia juga udah mulai yang nyoba deketin gue. Rasa gue."





Gaon mengangguk-angguk, "semoga berhasil lo. Lo harus bisa sih robohin dinding pertahanannya Jun Han."





"Gue harus bisa."





Tidak lama, Jun Han keluar dari kamar mandi, setelah mencuci mukanya.





"Ya udah, gue balik dulu, bang Gunil nyariin. Han, gue balik ya."





Jun Han yang tengah mengelap wajahnya dengan handuk langsung menoleh, lalu mengangguk, "hati-hati, jalan licin, dingin."





"Iya, iya. Gaon, dah."





"Hati-hati lo."





Setelah Jooyeon pergi, Gaon lalu berikan tatapan meledek pada Jun Han.





"Apa itu tadi? 'Hati-hati, jalan licin, dingin'? Ceritanya lo udah perhatian nih?"





Jun Han yang ditodong dengan pertanyaan itu, hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya, "yah, begitulah. Gue sadar gue ngerasa dia penting bagi gue. Gue senang kalo semisal gue bisa balas perasaan dia."





Gaon got a Mission!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang