14. At least tonight, you are there for me

247 27 3
                                        

Gaon sibuk membongkar ranselnya di siang itu.




Kadang ia bergumam tidak jelas seperti tengah kehilangan sesuatu.




Jalan ke meja belajar, periksa sana, tidak ada juga.




Balik lagi ke ranselnya, periksa lagi, tidak ada juga.




"Duh, mana sih? Masa iya gak ada?"




Jun Han menoleh mendengar Gaon menggerutu sendiri, ia terlihat sibuk membongkar isi ranselnya.




"Nyari apa lo?"




Gaon lalu menoleh.




"Itu, laptop gue. Lupa gue naruhnya dimana, masa iya gak ada."




"Coba lo ingat-ingat dulu kemaren kemana aja lo bawa laptop lo, siapa tau ketinggalan dimana."




Gaon menatap Jun Han tak setuju, "apaan banget? Jangan sampe ya, kalo emang ketinggalan pasti dah hilang sekarang. Gue gak ada gantinya lagi." Gaon terlihat merengek cemas, "mana projek akhir gue belum gue pindahin ke flashdisk!"




Jun Han menggaruk kepalanya bingung, ia juga tidak tau bagaimana cara mengakalinya.




"Coba lo ingat-ingat dulu."




Gaon lalu memilih duduk sambil mengingat kapan terakhir kali ia memakai laptopnya.




Berpikir lama, kemudian ia ingat sesuatu.




"Anjir!"




Lalu dengan cepat ia ambil ponsel yang terletak di atas kasur, telpon seseorang.




"Halo."




"Kenapa?"




"Laptop gue ada ketinggalan di apart lo?"




Itu O.de.




Jun Han tersenyum kecil mendengarnya, ternyata Gaon sudah pergi ke apartemennya O.de.




Pasti ia kemaren menjenguk O.de yang katanya sakit tapi tetap rela membelah jalanan bersalju untuk menghantarkan orang yang menjenguknya pulang.




"Oh iya, tadi gue ada liat di atas meja. Mau ngasih tau lo, tapi lupa gara-gara buru-buru. Kenapa? Lo butuh sekarang?"




"Iya, hari ini gue ada presentasi. Gimana dong?"




"Gue lagi kelas, dosennya lagi keluar makanya gue bisa angkat telpon. Gue keluar setengah jam lagi, itu lo udah keburu masuk kelas jadi gue gak bisa jemputin. Atau gak coba gue tanya Jooyeon, kost-annya dekat sana kok."




"Oh oke, oke."




"Gue tutup ya."




Telpon ditutup, Gaon lalu agak menghela nafas lega saat tau ternyata laptopnya tertinggal di apartemen O.de.




Jadi tidak ada kemungkinan akan hilang.




"Gue bilang juga apa." Jun Han kembali bersuara sambil menatap Gaon dengan senyum meledeknya.




Berniat meledek Gaon karna secara tidak langsung Gaon memberitahu Jun Han bahwa kemaren ia pergi ke apartemen O.de.




Gaon tentu paham.




Gaon got a Mission!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang