21. Good night

229 29 0
                                        

Sudah 5 hari semenjak kejadian itu, sudah 5 hari O.de tidak ikut latihan band gabungan bersama manager dan staf-staf.

Sudah 5 hari juga O.de tidak bisa dihubungi.

Juga sudah sebanyak hari itu Gaon tidak pernah melihat O.de lagi.

Saat ini Gaon sedang bersama member XH, mereka sedang bersiap untuk latihan, tetap berharap dan menunggu bahwa O.de pasti akan datang.

Gunil pernah dua hari yang lalu datang ke apartemen O.de, berharap bisa membujuk O.de untuk tidak terpengaruh dengan masalah pribadi demi kepentingan bersama.

Namun O.de seperti tidak ada disana, semua informasi, berita, kabar tentang O.de hilang begitu saja.

Tidak ada yang mengetahui ia dimana dan apa yang terjadi padanya sekarang, bagaimana keadaannya. Bahkan Jay sendiri pun tidak mendapat kabar apa-apa dari O.de.

O.de tidak membalas pesan siapa-siapa.

Meskipun di telpon masuk, O.de juga tidak mengangkatnya.

Gaon khawatir.

O.de seperti ini gara-gara dirinya.

"O.de sialan."

Member yang tadi terlihat hanya diam dengan instrumennya seketika melirik Minho ketika mendengar Minho yang tiba-tiba mengumpati O.de.

"Mau sampe kapan sih dia begini? Dia harus profesional, jangan campuri urusan bersama dengan urusan pribadi gitu."

Gaon hanya diam menunduk mendengarkan, O.de bukan orang yang seperti itu, ia yang membuat O.de jadi seperti itu.

"Jadi gimana menurut lo, No?" Gunil lalu buka suara, membuat Minho melirik padanya.

"Gak ada menurut-menurut gue, gue udah putusin kalo dia gak datang lima belas menit lagi, gue fiks-in dia gak bakal ikut tampil bareng kalian. Habis itu kalian harus latihan tanpa dia."

Tentu member terkejut, selama ini mereka tidak pernah tampil dalam suatu acara kekurangan satu member.

Pernah waktu salah satu gitaris mengundurkan diri, namun semenjak salah satu gitaris mengundurkan diri itu sampai Gaon resmi menjadi pengganti mereka juga tidak ada tampil di acara apapun.

Lalu sekarang tanpa O.de?

Satu-satunya pemegang Synthesizer di band.

Itu pasti akan membawa pengaruh banyak jika satu instrumen itu tidak ikut naik panggung.

Namun, member tidak bisa membantah ucapan Minho, Gunil pun sama.

Minho adalah manager mereka, dan Minho punya hak penuh atas keputusan dalam XH.

Namun,

"Bang."

Gaon buka suara.

Minho menoleh pada Gaon yang tiba-tiba dengan pelan memanggilnya.

"Hah? Apa?"

Gaon menarik nafas, ia mengumpulkan keberanian untuk mengutarakan pendapatnya saat tak ada lagi yang bisa. Karna ini adalah salahnya, dan ia harus bisa bertanggung jawab atas sebuah kesalahan.

Member was-was menatap Gaon, terlebih Gunil dan Jooyeon.

Gunil selama ia sudah berada dalam band, jika Minho sudah membuat keputusan yang tidak ingin dibantah, tidak ada yang berani lagi membantah. Bahkan ia sendiri yang seumuran dengan Minho dan yang merupakan leader XH.

Gaon got a Mission!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang