5. Remind him of me

290 33 3
                                        

O.de menghentikan motornya di depan teras asrama.




Gaon turun dengan cepat, lalu naik ke tangga teras dan berteduh disana.




O.de lebih cepat, setelah membuka helmnya, ia lalu menyusul Gaon ke teras asrama dan menaruh tas gitar Gaon ke lantai teras.




Setelah membungkuk menaruh gitar, O.de lalu berdiri dan membalik tubuhnya mengarah ke Gaon.




Ternyata Gaon sudah menatapnya tajam.




"Apa?"




"Lo kalo besok demam, jangan lo salahin gue. Bukan gue ya yang minta lo hujan-hujanan gini."




O.de tertawa, "tenang, gue orangnya kuat."




Gaon memberinya tatapan mengintimidasi dan tidak percaya sebelum ia bergerak untuk membuka jas hujannya, dan ia taruh ke atas bangku-bangku yang ada di luar sana.




"Tunggu bentar disini, jangan kemana-mana, kalo lo ngilang pas gue balik, gue gadaiin laptop lo."




Dan Gaon pergi masuk ke dalam gedung asrama membawa ransel O.de di punggungnya.




O.de membuat ekspresi dengan mulutnya, sebegitu tidak percayanya Gaon padanya. Ya tidak mungkinlah ia tinggalkan laptopnya disana, tugasnya saja belum selesai.




Gaon dengan sedikit tergesa naik menuju lantai dua, menuju kamarnya, tidak ingin O.de menunggu lama.




Raih kunci dari dalam sakunya, lalu buka pintu dengan tergesa.




Dengan langkah cepat, Gaon melangkah menuju lemari bajunya, mencoba mencari adakah jaket yang bisa ia pinjamkan untuk O.de.




Lama mengobrak-abrik lemarinya, Gaon kemudian mengambil salah satu jaket berwarna abu-abu berada di paling sudut lemari.




Ia mengambilnya, dan melepas hanger-nya, lalu tanpa ia lipat langsung ia bawa keluar kamar dan berlari untuk turun lagi.




Ketika sudah sampai di bawah, Gaon berjalan melewati sebuah toko serba ada yang memang tersedia di dalam asrama tersebut.




Gaon lalu berhenti, berbalik menuju toko itu untuk mencari sesuatu.




"Kak, ada jual jas hujan gak?" Begitu tanyanya pada Jihyo, yang menjaga toko.



"Ada. Mau kemana kamu malam-malam hujan gini, Ji?"




Gaon menggaruk kepalanya, "bukan kok kak, buat teman. Hehe."




Jihyo menatap Gaon dengan tatapan meledek, lalu memberikan satu jas hujan yang masih terbungkus plastik pada Gaon.




Gaon membayarnya dan mengucapkan terimakasih, dan segera pergi dari sana menyusul O.de yang menunggunya di luar asrama.




Ketika Gaon sampai di luar, O.de masih disana berdiri menunggunya.




Berdiri membelakangi pintu masuk sambil menatap hujan malam yang deras.




"Nih, pake ini, seenggaknya lo gak bawa laptop lo pake baju basah."




O.de menoleh ketika mendengar suara Gaon, ia menatap jaket yang disodorkan oleh Gaon ke arahnya.




Lalu tanpa berpikir dan tanpa bertanya, O.de langsung membuka jaket hitamnya yang sudah basah kuyup, dan menaruhnya di samping jas hujan yang tadi di pakai Gaon.




Gaon got a Mission!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang