17. A promise for a promise

284 33 10
                                        

O.de menghentikan motornya di parkiran gedung studio. Hari ini ada latihan gabungan sebelum tiga minggu lagi acaranya.




Tentu di jok belakang diisi oleh Gaon.




Mereka datang lebih cepat dua jam ke gedung karna Gaon akan memakai studio untuk record projek akhirnya karna lusa sudah harus dikumpulkan.




Gaon membuka helmnya lalu turun dari motor dan memperbaiki syal yang melilit lehernya.




O.de membuka helmnya juga, lalu melirik Gaon yang berdiri di sebelahnya menyerahkan helm itu pada O.de.




O.de yang awalnya sedang agak menunduk merapikan rambutnya ke spion motor, tertawa kecil ketika menoleh pada Gaon.




Gaon bingung, "kenapa?" Ia membiarkan O.de mengambil helm dari tangannya.




O.de menggantung helm itu ke spion, lalu beralih pada Gaon yang masih menatapnya bingung, kenapa O.de tertawa ketika melihat padanya.




Setelahnya tangan O.de terangkat, perbaiki rambut Gaon yang sangat berantakan setelah memakai helm.




Gaon pun sadar kenapa O.de tertawa, ia memasang wajah cemberut, membiarkan O.de merapikan rambutnya, "minyak rambut gue habis makanya berantakan."




"Iya, nanti gue temenin belinya."




Gaon lalu mengulum bibirnya sambil mengangguk.




Setelahnya mereka jalan masuk ke dalam studio, mereka harus cepat sebelum latihan gabungan dimulai.





•••





O.de duduk diluar ruang rekaman, siap mengatur pengaturan record untuk Gaon. Sedangkan Gaon sudah duduk di dalam ruang rekaman, lengkap dengan gitar di pangkuannya.




Ia sibuk menyetel gitarnya, setelah selesai, Gaon mengangguk pada O.de untuk memberi kode bahwa ia sudah siap rekaman.




Untuk cara rekamannya, Gaon langsung memainkan instrumen dan langsung bernyanyi hanya dengan satu kali take.





Pak Chan meminta seperti itu, walaupun pak Chan tidak melihat bagaimana cara ia rekaman, setidaknya lebih baik jujur karna projek ini bukan kompetisi.





Setelah Gaon memberi O.de anggukan, O.de memulai rekaman.




Gaon memulai memetik string gitarnya, memulai lagu yang ia buat sendiri.




Seperti janjinya pada O.de, ada waktu dulu, ia meminta O.de untuk mendengarkan lagunya ketika sudah selesai dan menilai apakah bagus atau tidak. Makanya O.de menemaninya rekaman, sekaligus menjadi orang pertama yang mendengar lagunya, juga karna O.de adalah pacarnya sekarang.



I can't get you off my mind

An empty mirror inside

It's not just my face

It's not just my face, mm

I'm suspecting someone laughing at me with those eyes, those eyes

What is in my head, in my head?

No one believe me

Gaon got a Mission!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang