Ketika O.de melangkah masuk ke dalam studio, Gunil sudah menatapnya dengan tatapan curiga.
O.de merasa tatapan intimidasi dari Gunil, sambil melangkah menaruh tasnya ke rak, dan melangkah menuju Synthesizer, ia akhirnya bertanya, "kenapa, bang?"
Gunil terlihat meneliti O.de, O.de pun akhirnya menatap Gunil bingung.
"Apaan, bang? Kek orang bersalah aja gue?"
"Lo pacaran sama Gaon?"
Mendengar pertanyaan dari Gunil, akhirnya O.de menghela nafas sambil mengekspresikan mulutnya.
Ia akhirnya melanjutkan kegiatannya dengan instrumen kesayangannya.
"Belum sih."
"Tapi akan 'kan?"
O.de tertawa kecil, membayangkan seperti apa nantinya jika ia memang mengakui perasaannya pada Gaon?
Dan seperti apa reaksi Gaon?
Ia bahkan tidak tau Gaon menganggapnya siapa dan sejauh mana.
Yang penting untuk saat ini, O.de hanya ingin sedekat ini dulu dengan Gaon. Terlalu takut untuk melangkah lebih jauh, dan terlalu takut jika tidak bergerak sama sekali.
"Akhirnya, ya. Senang juga gue liat lo akhirnya dekat dengan seseorang lagi. Gas ajalah kalo menurut gue, biar gak jomblo terus lo."
"Betul."
O.de menoleh ke asal suara yang baru datang, ada Jungsu yang baru keluar dari kamar mandi.
Yah tentu saja, Gunil pasti menjemput Jungsu dan pergi bareng ke studio.
"Menurut gue ya lebih bagus lo deketin Gaon daripada lo dikejar-kejar terus sama siapa tuh namanya? Rana 'kan ya? Cewek nyusahin itu. Mending Gaon, udah imut, pengertian lagi."
Gunil mengangguk mengiyakan tanda setuju.
"Mana lo cepet banget deket dan buka diri ke Gaon, dah jelas aja tanda-tanda lo percaya sama dia."
O.de tersenyum menanggapi Jungsu. Ia juga masih berpikir, kenapa ia bisa semudah itu dekat dengan seseorang seperti Gaon?
Tanpa sadar ia membuka diri pada Gaon, menceritakan detail kecil tentang dirinya tanpa ragu.
Bahkan ia merasa senang jika bisa membuat Gaon tertawa dan bahagia.
Sejak kapan itu dimulai? Entahlah, O.de juga tidak tau sejak kapan.
Pintu ruangan latihan terbuka dari luar yang membuyarkan lamunan O.de, dan mengalihkan pandangan Gunil dan Jungsu yang sedang sibuk dengan instrumen masing-masing.
Itu Jooyeon dan Jun Han melangkah masuk entah kenapa terlihat ribut.
Lalu di belakangnya ada Gaon yang sibuk menggerutu, menatap tajam Jooyeon, dengan rambutnya yang berserakan seperti terkena angin kencang.
"Lo kalo iya bawa bonceng tiga jangan ngebut, anjing. Gak kasihan lo sama gue yang duduk paling belakang?"
Jun Han menatap Gaon kasihan, ia sebenarnya juga tidak ingin duduk di tengah di atas motor tadi, tapi entah kenapa semuanya terjadi begitu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gaon got a Mission!
Fiksi PenggemarMisinya menuju ulang tahunnya yang ke-19, Gaon harus berhasil mendapatkan cintanya O.de. 𝑺𝒕𝒐𝒓𝒚 𝒃𝒚: 🌎 𝑾𝒓𝒊𝒕𝒕𝒆𝒏 𝒃𝒚: 🌎 Start: 2023 November 1st End: 2024 June 18th Publish: 2024 June 29th Done: 2024 November 30th ...
