26. How we spend our time missing each other

301 21 6
                                        

Gaon sudah tertidur sejak tadi.




Jam menunjukkan pukul sepuluh malam ketika O.de keluar dari kamar mandi setelah mencuci muka.




Ia lalu melangkah menuju pintu untuk memastikan bahwa ia sudah mengunci pintu tadi.




Setelahnya O.de melangkah menuju saklar lampu, mematikan lampu dan membiarkan hanya lampu tidur di nakas sebelah bangsal yang ditempati oleh Gaon yang hidup.




Serasa sudah aman, O.de melirik Gaon yang sudah tertidur. Lalu menghela nafas setelah melihat bahwa Gaon tidak memakai selimutnya dengan baik.




O.de melangkah mendekat, berdiri di sebelah Gaon yang sudah tertidur lelap. Lalu ia angkat selimut Gaon, selimuti anak itu dengan baik dan menutupi seluruh tubuhnya.




Akibat tindakannya, Gaon terbangun.




Gaon menatap O.de bingung dengan mata mengantuknya, "lo gak tidur?" Suaranya pelan.




"Ini gue mau tidur, tapi liat selimut lo gak rapi, gue rapiin dulu."




Gaon mengangguk-angguk, masih dengan mata mengantuknya ia lalu bergeser ke sudut, mundur, "tidur disini aja, bareng gue."




Melihat apa yang Gaon lakukan, dan apa yang Gaon tawarkan, O.de sedikit terkejut.




Walaupun mereka sudah pernah tidur bareng di sofa apartemen O.de ketika mereka memilih menonton, itu pun karna mereka ketiduran, bukan hal yang direncanakan.




Dan sekarang dengan jelas Gaon menawarkannya padanya.




"Gak, kasurnya kecil, nanti lo jatuh. Gue di sofa aja."




Gaon yang sudah memejamkan matanya tadi kembali membuka matanya, dalam kegelapan ia menatap O.de, "lo gak bakal biarin gue jatuh."




Kalah telak, O.de menghela nafas pelan, melihat bagaimana reaksi O.de yang sepertinya menyerah dan memilih untuk tidur di sebelahnya membuat Gaon tersenyum kecil.




O.de tidak punya alasan untuk menolak, ia akhirnya membawa tubuhnya untuk duduk disana, dan kemudian merebahkan punggungnya dengan perlahan dan canggung.




Gaon sudah memejamkan matanya kembali untuk melanjutkan tidurnya ketika O.de memutar arah tidurnya ke arahnya.




Ia menatap Gaon yang sepertinya ingin tidur kembali.




Gaon tertidur menyamping ke arahnya, mereka berbagi kasur yang kecil dan Gaon mempercayakannya bahwa ia tidak akan membiarkan Gaon jatuh dari tidurnya.




Dan tentu saja, O.de akan melakukannya.




Ia tetap sibuk menatap Gaon.




Dalam kegelapan lampu yang remang, wajah Gaon yang tertidur tampak sangat polos, dan itu membuatnya semakin ingin melindunginya.




Tangan O.de lalu terangkat, usap pelan rambut Gaon.




Jelas Gaon belum tertidur, akibat tindakannya, Gaon beringsut maju, mendekat pada O.de.




Setelahnya ia membuka mata mengantuknya untuk balik menatap O.de.




Dan O.de mendapatkan senyuman lucu darinya.




Tentu saja O.de membalasnya.




Gaon got a Mission!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang