Bagian 27

103 19 0
                                    

Sekarang masalahnya adalah perorangan ketika ia terbebas dari yang namanya Bully.

Ah satu lagi, pada saat ia ujian dia sebangku dengan anak yang bernama Adrianus, anak itu melarangnya mencontek tapi ketika Anastasia mencontek dia langsung memarahinya dan menendang kakinya.

Tasnya di letakkan di depan di bawah papan tulis yang mana ada seorang adik kelas 1 -yang merupakan adik dari Steva yang ingin mengambil tasnya. Adrianus menyuruh untuk mengambil tasnya dan saat itu Anastasia mencegahnya beranjak dari bangku kemudian mengambil tasnya kembali.

Yang membuat ia di tertawakan oleh teman-teman nya yang lain adalah yang dimana pinggang Anastasia yang di peluk dari belakang.

Kalau dengan anak kecil dia pasti bisa membunuhnya tapi karena berada di depan semua teman nya apalagi adik dari teman nya, dia tidak mau jika ia di masukkan kedalam penjara anak-anak.

Pernah juga saat UTS ketika Bu Maria memberikan kuncinya tapi ia tidak paham dibandingkan dengan semua teman nya yang langsung paham.

Teman yang membelanya itu yakni Fera malah mengatainya 'idiot' yang mana langsung di tegur oleh ibu guru.

***

Tentang Nella, Liura dan Wina ya dia bergabung di kelompok mereka. Jadi mereka berkumpul karena belajar praktek nari dan juga IPA. Niatnya mau nari tradisional tapi nggak jadi yang mana kemudian di rumah Liura mereka menarikan lagu dangdut pop.

Yang lagi trend sekarang-sekarang ini. Pas awal-awal memang tidak ada Wina karena saat itu Wina pulang. Jadi pertama latihan nya hanya bertiga.

Anastasia pernah melakukan kesalahan sedikit dalam gerakan yang mana kemudian langsung saja Nella dan Liura memarahinya, kata kasar yang keluar dari mulut Nella adalah dengan mengatakan nya Goblok.

Gadis itu merenung, bisa tidak sih tak perlu menggunakan kata kasar seperti tadi. Kata kasar itu tentu menyakiti perasaan nya. Gampang sekali bilang 'goblok'.

Tapi karena itu dia belajar dan tidak akan mengulang kesalahan, sampai sini dia mulai paham dan mengikuti semua gerakan nya. Mulai dari gerakan tangan maupun badan, mengikuti gerakan Nella bagai guru nari.

Dia paham akhirnya, mengingat ngingat pun pada akhirnya paham juga.

Lalu latihan di mulai lagi pada saat malam hari dan sudah ada Wina di rumah Liura. Mereka menari dan membuat formasi yang pas dan unik lalu bagaimana mereka bergabung itu sudah dirasa sangat sempurna.

Anastasia hanya dibilang kecepetan bukan di kata seperti tadi, Anastasia berusaha tidak akan melakukan kesalahan sedikit pun, takut akan di goblok-goblokin lagi oleh mereka.

Iyalah, si Nella yang pintar dari segala apapun bahkan Albert Einsten pun kalah.

Pintar namun licik, seperti Sengkuni.

Di sekolah dan yang tidak menduga-duga adalah lagu penggiring mereka sama dengan kelompok sebelah, Anastasia terkejut bukan main ketika mengetahui lagu kelompoknya yang sama.

Hanya saja ada satu kelompok yang berbeda dari kelompoknya dan juga kelompok 'itu'. Novena yang menjadi ketua dan memimpin para kelompok yang lain.

Ketua? Najis - batin Anastasia.

Kelompoknya kemudian maju dan mempertunjukan tarian nya yang menarik dan itu termasuk lumayan bukan termasuk bagus atau luar biasa. Anastasia tidak melakukan kesalahan apapun termasuk juga dengan kelompoknya, jangan sampai hal itu terjadi Tuhan. Dia akan habis disini.

Setelah semua selesai pentas kini yang terakhir adalah kelompok IPA, hanya menyebutkan nama dari penganhantar panas baik  atau buruk, apalah itu, dan merupakan penyebutan yang gampang.

Pernah dia tak sengaja memengangi sendok milik Wina yang mana kemudian Wina pun memarahi Anastasia dengan mengatakan kata 'goblok'

ANASTASIA✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang