PERAYAAN ULANG TAHUN ARJUNA

22 7 8
                                        

Hari ini laki-laki dengan rahang tegas dan belahan di dagunya itu tepat berusia dua puluh tahun.

Andina ingin menyiapkan kejutan untuknya, dia juga meminta bantuan Hanrita dan juga Nakula untuk melancarkan rencananya.

Malam ini dia akan menuju restoran yang sudah dipesannya kemarin. Hanrita sudah ada di tempat itu untuk menyiapkan kue ulang tahun untuk Arjuna.

“Ta lo udah siapin kue yang gue pesan kemarin kan?” tanya Andina saat menghampiri Hanrita.

“Lo tenang aja An, semua aman ngomong-ngomong lo jadi main piano buat Kak Arjuna?

“Iya gue mau nyanyi juga di hari spesial Kak Arjuna ini” jawab Andina.

“Lo keren sih An, pokoknya lo tenang aja gue di sini bakalan dukung lo terus”

“Makasih ya Ta, lo selalu ada buat gue”

“Aaaaa Andina gue sayang banget sama lo” ucap Hanrita yang langsung memeluk sahabatnya itu.

Nakula membawa Arjuna untuk datang ke restoran itu. Andina sudah bersiap untuk menyanyikan lagu dan memainkan piano di atas panggung kecil di restoran tersebut.

Andina memulai memainkan piano tersebut saat melihat kedatangan Arjuna.

Tekanan per tekanan dari jemarinya terdengar begitu indah. Lantunan dari melodi piano yang dia mainkan terdengar sangat menenangkan.

Dia mulai mengeluarkan suaranya untuk menyanyikan lagu Sampai Menutup Mata dari Acha Septriasa.

Embun di pagi buta
Menebarkan bau basah
Detik demi detik kuhitung
Inikah saatku pergi?
Oh Tuhan, kucinta dia
Berikanlah aku hidup
Takkan kusakiti dia
Hukum aku bila terjadi
Aku tak mudah untuk mencintai
Aku tak mudah mengaku ku cinta
Aku tak mudah mengatakan
Aku jatuh cinta
Senandungku hanya untuk cinta
Tirakatku hanya untuk engkau
Tiada dusta, sumpah kucinta
Sampai ku menutup mata
Cintaku
Sampai ku menutup mata

Suaranya yang indah bercampur dengan melodi piano yang dia mainkan membuat orang yang mendengarnya bisa merasakan jatuh cinta bahkan tanpa melihat wajahnya.

Arjuna tidak bisa mengalihkan pandangannya dari gadis berponi itu.

Dia seperti terkesima melihat Andina yang sedang bernyanyi dan memainkan piano itu.

Tiba-tiba dia merasakan sangat sakit yang luar biasa di kepalanya. Terlintas beberapa memori bersama Andina dalam benaknya. Dia kehilangan keseimbangan tubuhnya dan langsung terjatuh di lantai restoran itu. Dia tidak sadarkan diri.

Lalu langsung ramai beberapa orang di restoran itu untuk membantu Arjuna.

Dan ternyata di restoran itu Surya Atmojo dan Pradhipa juga sedang makan malam di sana.
Mereka juga ikut melihat kejadian itu.

“Om yang sedang main piano di atas panggung itu bukannya Andina ya” ucap Pradhipa sembari menunjuk ke arah Andina yang sedang berada di atas panggung itu.

Surya Atmojo langsung terkejut saat melihat Andina yang sedang memainkan piano tersebut.

Andina yang baru melihat Arjuna yang sudah jatuh pingsan di tempat itu langsung memberhentikan piano yang di mainkannya dan langsung menghampiri Arjuna.

Dan dengan sigap Surya Atmojo juga ikut menghampiri Andina.

“Ngapain kamu ada di sini” ucap Surya Atmojo sembari menarik tangan Andina.

“Ayah” jawab Andina yang terkejut melihat Ayahnya yang tiba-tiba ada di tempat itu.

“Bukannya kamu bilang tadi mau belajar, ngapain kamu malah main musik di sini” bentak Surya Atmojo.

“Yah Andina.......”

“Ayo pulang sekarang” lanjut Surya Atmojo dengan menarik kasar tangan Andina.

Sesampainya di rumah, Surya Atmojo dan Andina masih beradu argumen.

“Ayah sudah bilang sama kamu dari kecil buat stop main piano yang nggak jelas itu” bentak Surya Atmojo kepada Andina.

“Ayah dari dulu ngelarang Andina tanpa ngasih tahu alasan yang jelas” bantah Andina

“Main musik itu bukan passion kamu, Ayah bakal turutin semua mau kamu, kecuali main piano itu” ucap Surya Atmojo dengan meninggikan suaranya.

“Terus apa passion Andina Yah apa? Andina udah capek sama peraturan Ayah yang buat Andina jadi stres kayak gini, udah cukup Andina diam selama ini, Ayah nggak pernah tahu apa yang sebenarnya Andina rasain selama ini, dan yang lebih parah Ayah juga sampai hancurin hidup seseorang yang udah ngajarin Andina arti cinta yang tulus, cinta yang selama ini belum pernah Andina dapat dari siapa pun, Ayah udah hancurin hidup dari anak sahabat Ayah sendiri, bahkan Ayah buat dia tanpa ingat sedikit pun jati dirinya sendiri” bantah Andina yang ikut meninggikan suaranya dan membuat air mata jatuh membasahi pipinya.

PLAKKKKK!

Tamparan keras dari tangan Surya Atmojo untuk Andina.

“Selama ini Ayah tidak pernah didik kamu jadi anak yang kurang ajar seperti ini, sejak kamu bergaul dengan anak begajulan itu kamu jadi berani membantah Ayah, bahkan sekarang kamu bisa menghina Ayah kandungmu sendiri”

PLAKKKKKKK!

Tamparan kedua kalinya mendarat di pipi Andina.

Tiba-tiba Andina merasa terkejut dan sesak napas yang tidak bisa dia kendalikan bahkan dia sampai kehilangan kesadarannya.

Surya Atmojo juga langsung panik saat itu. Tanpa berpikir panjang dia langsung membawa Andina ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit Andina masih tidak sadarkan diri, Dokter memasangkan alat nebulizer untuk membantu pernapasannya.

“Dok bagaimana keadaan Putri saya?” tanya Surya Atmojo saat Dokter keluar dari ruangan rawat Andina.

“Apakah pasien ada riwayat jantung lemah sebelumnya?” ujar Dokter Sandy.

“Sebelumnya tidak ada gejala Dok tapi Ibunya dulu ada riwayat jantung yang menyebabkannya meninggal dunia” jelas Surya Atmojo.

“Pantas saja, penyakit yang dialami pasien saat ini merupakan penyakit genetik, kondisinya sudah cukup parah Pak jika terus dibiarkan” tutur Dokter Sandy menjelaskan kepada Ayah Andina.

“Apapun akan saya lakukan demi kesembuhan Putri saya Dok” tutur Ayah Andina

“Karena kami sudah memeriksa keseluruhan kondisi pasien, jalan satu-satunya saat ini pasien harus segera melakukan transplantasi jantung Pak”

“Lakukan semuanya untuk menyembuhkan Putri saya Dok”

“Tapi untuk transplantasi jantung, di Indonesia saat ini belum ada rumah sakit yang memadai Pak, Jika mau Bapak bisa datang ke Amerika kebetulan saya punya kenalan Dokter di sana”

“Baik saya minta tolong ke Dokter Sandy untuk mengurus semuanya untuk masalah biaya tidak menjadi masalah bagi saya”

“Baik saya akan mengurus semuanya” lanjut Dokter Sandy.






“Baik saya akan mengurus semuanya” lanjut Dokter Sandy

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.










Thanks For Reading guys💖
Maaf ya jika masih ada salah-salah kata dan tanda baca dalam penulisan🙏
Tungguin bab selanjutnya ya!
See you
Love
Eti🌻

HELIANTHUSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang