Andina sedang berada di kamar dengan memegang handphonenya, dia akan menghubungi Arjuna untuk memberi tahu dia akan menemani Ayahnya yang sedang ada pekerjaan di luar negri.
‘’Halo Na’’ ucap Arjuna saat Andina berhasil menghubunginya.
‘’Halo Kak’’
‘’Kenapa Na?’’
‘’Kak aku mau ke Amerika buat nemenin Ayahku yang ada kerjaan di sana’’ lanjut Andina memberi tahu.
‘’Kapan Na?’’
‘’Besok Kak cuma tiga hari aja kok’’
Arjuna hanya diam tidak menjawab lagi percakapan itu.
‘’Kak, kok diam aja’’ sambung Andina lagi.
‘’Kita bakal LDR dong’’ jawab Arjuna dengan nada yang terdengar sedih.
‘’Cuma tiga hari doang Kak, di sana juga aku bisa lihat bunga matahari di North Dakota, aku udah nungguin kesempatan ini dari lama Kak’’
‘’Kalau gitu impian terbesarmu bakal terwujud dong Na’’
‘’Iya Kak makanya kamu harus tungguin aku ya’’
‘’Aku kan udah pernah bilang sama kamu kalau aku bakalan nungguin kamu selama apa pun Na’’
Keesokan harinya Andina dan Ayahnya berangkat menuju Bandara untuk melakukan penerbangan mereka.
Mereka sudah melewati jarak 24.092 kilometer. Perjalanan sekitar dua puluh sembilan jam sudah mereka lewati.
Sampai di pemberhentian di Amerika, sudah ada Tante Zefanya dan Pradhipa Bagaskara Gaister Putranya yang sudah menjemput mereka.
Tante Zefanya adalah teman lama dari Ayah dan Ibu Andina mereka sudah cukup akrab dari lama.
‘’Andina sayang’’ ucap Tante Zefanya dengan melambaikan tangannya saat Andina berjalan menghampirinya.
‘’Hai Tante apa kabar?’’ jawab Andina sembari memeluk Tante Zefanya.
‘’Tante baik, bagaimana kabar mu?’’
‘’Baik Tante’’ ucap Andina sembari melepaskan pelukannya.
‘’Hai Na apa kabar’’ sapa Pradhipa Bagaskara Gaister
Pradhipa Bagaskara Gaister, laki-laki yang mempunyai perawakan tubuh yang tinggi dan kurus, dia juga seumuran dengan Andina. Mereka sudah saling mengenal sejak kecil, Hanrita juga mengenalnya karena dulu saat masih ada di Jakarta mereka bertiga menghabiskan masa kecil bersama.
‘’Baik Pra, lo apa kabar’’ ucap Andina
‘’Ya seperti yang lo lihat sekarang, gue tambah ganteng kan’’ jawab Pradhipa dengan bercanda.
‘’Ganteng banget Pradhipa sekarang’’ sahut Surya Atmojo
‘’Ah Om Surya bisa aja, jadi malu saya’’
‘’Gimana sekolah di sini aman?’’
‘’Aman dong Om’’
‘’Sudah kita lanjutkan obrolan kita sambil makan saja, aku tahu restoran enak di sekitar sini’’ ajak Tante Zefanya.
‘’Boleh juga Mam, sini Na kopermu biar gue yang bawa’’ sahut Pradhipa dengan mengambil koper yang ada di tangan Andina.
‘’Koper Om nggak sekalian di bawain nih’’ timpal Surya Atmojo.
KAMU SEDANG MEMBACA
HELIANTHUS
Teen FictionSepenggal kisah dari dua insan remaja yang memulai cerita cinta mereka di bangku SMA. Kisah tentang Arjuna Xaduan Elgard seorang murid baru yang awalnya adalah ketua anggota geng motor yang sedang mengejar gadis yang membuatnya jatuh cinta pada pand...
