Pagi ini Andina hendak berangkat ke sekolah, saat dia sudah bersiap dan keluar dari rumahnya, dia melihat Ayahnya sedang menanam biji yang dibeli bersamanya kemarin. Dia berjalan menghampiri Ayahnya.
‘’Kenapa Ayah susah payah menanam biji itu? padahal cukup menaburkan bijinya aja kan udah bisa tumbuh’’ ucap Andina.
‘’Ehh Tuan Putri Ayah sudah mau berangkat ke sekolah, jika ingin biji itu tumbuh menjadi bunga yang sangat cantik kita harus menanmnya dengan sepenuh hati, tidak bisa hanya dengan menabur-naburkannya saja’’ jawab Surya Atmojo dengan bijak.
‘’Tumben pagi-pagi udah sibuk menanam?’’
‘’Hari ini Ayah berangkat ke kantor agak siangan, jadi Ayah tidak ada aktifitas lagi pagi ini, Ayah berinisiatif untuk menanam biji bunga matahari ini’’
‘’Kenapa nggak ajak Andina?’’ ucap Andina dengan mengerutkan bibirnya kesal.
‘’Sudahlah, Ayah akan membelikanmu lagi nanti’’ bujuk Ayahnya.
‘’Andina beli sendiri aja’’ ucap Andina dengan nada yang masih kesal.
‘’Begitu saja sudah marah’’
‘’Siapa yang marah, Andina nggak marah Ayah, hanya saja Andina ingin bawa sedikit biji itu untuk Andina tanam di sekolah’’ jelas Andina
‘’Mengapa kamu yang menanamnya, bukannya sudah ada petugas khusus yang menanam bunga di sekolahmu?’’
‘’Memang benar udah ada petugas yang mengurus tanaman di sekolah, tapi asal Ayah tahu di taman itu hanya ada tanaman hijau nggak ada tanaman yang berbunga’’
‘’Ya sudah kamu bawa saja beberapa bunga yang ada di sini, nanti Ayah akan beli lagi’’
‘’Bolehkah?’’ tanya Andina dengan girang
‘’Tentu saja’’ jawab Ayahnya sambil tersenyum kepada Putri kesayangannya itu.
‘’Oke Andina bakal bawa beberapa, terima kasih Ayah’’ ucap andina sembari memeluk Ayahnya.
‘’Hmm cepat bergegaslah’’
Andina mengangguk dan tersenyum lalu mengambil beberapa pot bunga yang ada di taman halamannya itu dan Ayahnya pun memberi tahu Pak Usman untuk membantu membawa pot bunga tersebut.
Saat dia sampai di sekolahnya dia mulai menanam bunga yang dibawanya tadi, dia menanamnya di taman sekolah.
Dan di waktu yang sama Arjuna mencari Andina ke kelasnya. Terlihat di kelas itu hanya ada Hanrita yang sedang duduk di bangkunya sambil menulis di buku tulisnya, dan Arjuna pun menghampirinya.
‘’Pagi Hanrita, pagi-pagi udah sibuk nulis aja’’ ucap Arjuna
‘’Aduhhh ngapain sih Kak Arjuna ke sini’’ jawab Hanrita yang masih sibuk menulis.
‘’Serius banget ngerjain apa sih?’’
‘’Diam Kak, gue lupa banget ngerjain PR, ini gue lagi nyalin punya Andina’’
‘’Dia di mana sekarang?’’ tanya Arjuna lagi.
‘’Dia tadi bilang mau nanam bunga’’
Mendengar jawaban Hanrita itu membuat Arjuna langsung berlari dan ingin menghampiri Andina.
‘’Apa-apaan dia, dia nyamperin gue cuma nanya di mana Andina, ah bodo amat lebih baik gue cepat nyelesaiin PR ini’’ gumam Hanrita sambil berhenti dari kesibukan menyalin PR sahabatnya itu dan langsung melanjutkannya kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
HELIANTHUS
Ficção AdolescenteSepenggal kisah dari dua insan remaja yang memulai cerita cinta mereka di bangku SMA. Kisah tentang Arjuna Xaduan Elgard seorang murid baru yang awalnya adalah ketua anggota geng motor yang sedang mengejar gadis yang membuatnya jatuh cinta pada pand...
