Kali ini sepulang sekolah Arjuna mengajak Andina untuk membeli roti coklat kesukaannya, sampai di tempat itu dia memesankan roti isi coklat kesukaan perempuan kesayangannya itu.
Beberapa saat kemudian datanglah seorang gadis menghampiri mereka berdua yang sedang duduk untuk menunggu pesanan mereka.
‘’Arjuna’’ sapa gadis itu.
‘’Luna?’’ jawab Arjuna
Gadis itu adalah Lunaira Jazila, teman sekolah Arjuna saat dia masih di Kota Bandung.
‘’Wah kebetulan kita ketemu di sini, kamu beli roti juga?’’ tanya Luna
‘’Iya, Luna ngapain di Jakarta?’’
‘’Lagi di rumah saudara’’
‘’Oooo’’
‘’Pacarmu Jun?’’ tanya Luna saat melihat Andina yang duduk di samping Arjuna.
‘’Iya kenalin Andina namanya’’
Lalu Andina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
‘’Geulis pisan euy’’ ucap Luna memuji Andina
‘’Dia bilang kamu cantik Na’’ sahut Arjuna menjelaskan pada Andina.
‘’Aku ngerti Kak, makasih kamu juga cantik’’ jawab Andina dengan memuji balik Luna.
‘’Sudah lama pacaran?’’
‘’Sudah lama Lun’’
‘’Andina kamu tahu tidak pacarmu ini dulu saat sekolah di Bandung banyak yang suka sama dia’’ ucap Luna memberitahu Andina.
‘’Termasuk Luna juga’’ sahut Arjuna dengan menoleh ke Andina
‘’Mana ada ih’’ jawab Luna
‘’Pacarnya berapa saat masih di Bandung?’’ tanya Andina kepada Luna.
‘’Asti, Lisa, Ratih, Yunita….’’ jawab Luna sembari menghitung dengan jari tangannya.
‘’Mana ada ih, bohong Na jangan percaya’’ timpal Arjuna
‘’Banyak juga ya’’ tutur Andina.
‘’Aihhh cuma bercanda aku tuh’’ jelas Luna.
Lalu beberapa saat kemudian, pelayan toko tersebut memberi tahu jika pesanan roti Luna sudah siap dan dia hendak mengambilnya.
‘’Duluan ya, bahagia selalu kalian’’ ucap Luna sembari pergi meninggalkan mereka.
‘’Teman kamu Kak?’’ tanya Andina kepada Arjuna.
‘’Iya teman pas masih di Bandung’’
‘’Ooooo’’
‘’Kenapa?’’
‘’Nggak papa nanya aja’’
"Cemburu ya" goda Arjuna
"Nggak" jawab Andina dengan mengerutkan bibir mungilnya.
Hari ini adalah hari minggu Arjuna datang ke rumah Andina pagi-pagi sekali tanpa memberitahunya.
Arjuna mengetuk pintu rumah Andina dan tak lama kemudian Andina membukanya.
‘’Kak Arjuna’’ ucap gadis berponi itu terkejut saa melihat kedatangan Arjuna secara tiba-tiba.
‘’Pagi Na’’ jawab Arjuna dengan tersenyum manis menatap Andina.
‘’Ngapain Kak pagi-pagi begini?”
‘’Lo di rumah sama siapa?’’
‘’Sendiri, Ayah masih di luar negri’’
KAMU SEDANG MEMBACA
HELIANTHUS
Fiksi RemajaSepenggal kisah dari dua insan remaja yang memulai cerita cinta mereka di bangku SMA. Kisah tentang Arjuna Xaduan Elgard seorang murid baru yang awalnya adalah ketua anggota geng motor yang sedang mengejar gadis yang membuatnya jatuh cinta pada pand...
