DUA PULUH EMPAT

26 0 1
                                        

NAURA sedang dalam perjalanan untuk kontrol rutin setiap bulan ke psikolog bersama Papah nya. Meskipun Naura memang sudah dinyatakan sembuh dari depresi nya waktu itu tapi tetap saja Naura harus melakukan kontrol setiap bulan nya guna mengecek keadaan nya benar benar memastikan kalau Naura sudah sembuh 100% mengingat kemarin Naura sempat drop jadi Naura harus rutin mengecek keadaan nya

"Pah aku mau nanya" Ucap Naura memecah keheningan

"Mau nanya apa" Jawab Frans yang masi sibuk menyetir memperhatikan jalan dihadapan nya

"Aku udah merasa sehat dan baik baik aja tapi kenapa aku masih harus kontrol rutin?"

"Aku ga sakit apa apa kan Pah? Ga ada yang Papah sembunyiin kan dari aku" Tanya Naura lagi

Bukan tanpa sebab Naura bertanya begitu, pasal nya selain Naura harus kontrol setiap bulan Naura juga harus mengkonsumsi obat setiap hari bahkan Naura tidak tahu itu obat apa Papah nya hanya bilang kalau itu cuma vitamin biasa tapi jika itu hanya vitamin biasa kenapa Naura wajib meminum nya dan tidak boleh melewatkan nya satupun

Frans terdiam sejenak sampai akhirnya menjawab "Kamu sehat sayang kamu tidak sakit apa apa dan mengenai kontrol rutin kamu, Papah hanya ingin memastikan mental kamu aman dan baik baik saja Kamu tidak lagi memikirkan hal hal negatif dan membuang segala pikiran jelek kamu" Lanjut Frans

"Tapi aku ga gila kan Pah?" Entah kenapa pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Naura

"Tidak sayang. Papah kan sudah bilang kamu itu sehat" Jawab Frans meyakinkan Naura

"Kalo aku memang sehat aku mau ini terakhir kali nya aku kontrol seperti ini" Pinta Naura

"Tapi kamu masih belum bisa mengontrol emosi kamu dengan baik Naura, kamu masih sensitif jika mendengar tentang Altair dan kamu juga masih tetap menyalahkan diri kamu sampai sekarang kan?"

Naura terdiam mendengar ucapan Papah nya "Papah hanya ingin yang terbaik buat kamu, Papah ingin kamu menghilangkan rasa bersalah kamu dan membuang jauh jauh pikiran kamu untuk mengakhiri hidup kamu sendiri"

"Papah sangat menyayangi kamu Naura, papah tidak ingin kehilangan kamu. Papah ingin menebus semua dosa yang telat Papah lakukan dimasalalu dengan membuat kamu bahagia dan memberikan yang terbaik untuk kamu" Jelas Frans

"Maaf Pah" Naura menundukkan wajah nya merasa bersalah

"Yang penting yang harus kamu tau kalau semua yang Papah lakukan adalah yang terbaik untuk kamu" Frans mengusap lembut kepala Naura

***

"Lintang tunggu" Mendengar nama nya dipanggil Lintang menghentikan langkah nya dan menoleh ke belakang

Bima berjalan tergesa gesa menuju ke arah nya "Gue nyariin lo kemana mana" Ucap Bima dengan nafas yang ngos-ngosan mengingat ia sudah mencari Lintang kesana kemari

"Kenapa?" Tanya Lintang datar

"Lo kenapa belakangan ini selalu menghindar dari gue sama yang lain?" Tanya Bima to the point

Semenjak pulang dari Bandung sikap Lintang berubah, Lintang juga pulang lebih dulu pada saat itu dan yang lebih parah nya lagi Lintang pulang tanpa berpamitan pada siapapun ia pulang pagi pagi buta saat yang lain masih tidur. Setelah itu Lintang menjauh dari Bima dan yang lain tanpa alasan yang jelas membuat Bima Gilang dan Juna bertanya tanya apa yang terjadi dengan Lintang?

"Lo berubah setelah pulang dari Bandung lo kenapa?" Tanya Bima lagi

"Gue nyerah" Bima menyerit bingung mendengar jawaban Lintang

UNTUK NAURACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang