Terjerat Hutang | Part 6 | Tubuh Yang Asing

1.9K 12 0
                                    

Aku merasa kontolku semakin mengecil karena chastity itu. Setiap kali aku mencoba untuk mendapatkan ereksi, rasa sakit yang tajam menjalar, memaksa tubuhku untuk tetap patuh. Alat itu mengekang, mengingatkanku bahwa aku tidak memiliki kendali atas tubuhku sendiri. Sensasi terkurung ini membuatku merasa terjebak dalam penjara yang tidak terlihat, di mana setiap keinginan dan hasratku diredam dengan kejam.

Buttplug itu juga membuat setiap gerakanku terasa aneh dan canggung. Rasanya seperti ada beban tambahan yang selalu menekan dari dalam, membuatku semakin sulit untuk bergerak dengan normal. Setiap langkah terasa menyiksa, seolah-olah tubuhku tidak lagi milikku sendiri. Aku merasa terjebak dalam tubuh yang telah mereka kendalikan sepenuhnya, tubuh yang tidak lagi merespon sesuai dengan keinginanku.

Perasaan hina semakin dalam setiap kali aku harus membersihkan diri, setiap kali aku harus berurusan dengan alat-alat itu. Rasa malu yang mengiringi setiap momen tersebut semakin menghancurkan jiwaku. Aku merasa seperti kehilangan bagian penting dari diriku sendiri, bagian yang membuatku merasa seperti seorang pria. Dengan setiap hari yang berlalu, aku semakin terperangkap dalam tubuh yang bukan milikku, tubuh yang telah mereka ubah dan kendalikan.

Alat-alat ini adalah simbol kekuasaan dan kontrol yang telah mereka tanamkan dalam diriku. Setiap kali aku merasakan logam dingin chastity di selangkanganku atau buttplug yang menekan dari dalam, aku diingatkan akan kehancuran identitasku dan kekuatan yang mereka pegang atas hidupku.

Semua perubahan ini membuatku merasa semakin terasing dan tidak berdaya. Identitas yang dulu kumiliki perlahan-lahan menghilang, digantikan oleh sosok yang semakin feminin. Setiap perubahan adalah pengingat betapa jauh aku telah diambil dari diriku yang sebenarnya.

Di depan cermin, aku melihat bayangan diriku yang semakin tidak kukenal. Bentuk tubuhku yang dulu tegap kini berubah menjadi lebih feminin, dengan lekuk yang tidak pernah kuinginkan. Dadaku yang membesar, pinggangku yang mengecil, pantatku yang semakin bulat, dan rambut yang semakin panjang semuanya adalah hasil dari paksaan dan kekejaman yang kuterima setiap hari.

Emosi yang kualami pun semakin kacau. Perasaan malu, hina, dan putus asa bercampur menjadi satu. Setiap kali aku merasa sedikit lega atau nyaman, rasa sakit dari chastity dan buttplug itu segera mengingatkanku pada kenyataan pahit yang harus kuterima. Perasaan tercekik, terkekang, dan tidak berdaya menghantui setiap langkahku, setiap napasku.

Setiap malam, aku berdoa agar semua ini segera berakhir, agar aku bisa kembali menjadi diriku yang sebenarnya. Namun, harapan itu terasa semakin jauh setiap harinya. Aku merasa seperti sedang berjalan di dalam terowongan gelap tanpa akhir, di mana tidak ada cahaya di ujungnya. Aku hanya bisa berharap bahwa suatu hari nanti, ada seseorang yang akan datang dan membebaskanku dari penderitaan ini. Hingga saat itu tiba, aku harus bertahan, meskipun setiap hari terasa seperti siksaan yang tak berujung.


Baca selengkapnya di https://karyakarsa.com/auliashara atau klik link di bio. 

Terjerat HutangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang