Terjerat Hutang | Part 5 | Pria Itu Lagi (21+)

3K 11 1
                                    

Pria itu tersenyum puas dan berdiri di depanku. Aku mencoba menghela napas panjang dan menenangkan diriku, tetapi tubuhku masih gemetar karena rasa lelah dan ketakutan. Pria itu kemudian mendekat lagi, matanya penuh dengan niat yang jelas.

"Mas mau lebih dari ini," katanya dengan nada yang menuntut.

Aku merasakan ketakutan yang mendalam menghantamku lagi. Ketika dia mendekat dan mencoba memasukkan penisnya ke dalam pantatku dengan kasar, aku tiba-tiba merasakan dorongan kuat untuk melawan. Meski tubuhku lelah dan terasa lemah, aku mengumpulkan sisa-sisa kekuatanku dan mendorong tubuhnya dengan keras.

"Jangan, Mas! Aku udah nggak kuat," teriakku, suaraku pecah karena kelelahan dan ketakutan.

Pria itu tampak terkejut dengan reaksiku, tetapi hanya untuk sesaat. Wajahnya berubah menjadi marah, dan dia mencengkeram tanganku dengan kuat, menarikku lebih dekat. "Berani banget kamu menolak Mas," katanya dengan nada penuh amarah. "Kamu pikir kamu bisa lolos dari ini?"

Aku merasa dadaku semakin sesak, napasku semakin berat. "Tolong, Mas, aku udah nggak kuat," pintaku dengan suara yang hampir tidak terdengar, air mata mengalir deras di pipiku.

Dia menatapku dengan dingin, dan tiba-tiba kalung yang kupakai menyetrumku. Rasa sakit yang tajam menjalar melalui tubuhku, membuatku tergeletak di kasur tanpa daya. Pria itu tertawa, suara tawanya memenuhi ruangan dengan kekejaman yang menghancurkan sisa-sisa semangatku.

"Hahaha, lihat kan? Kamu nggak bisa lari dari ini. Patuh sama Mas, itu yang terbaik buat kamu," katanya dengan nada mengejek.

Aku hanya bisa terbaring di sana, tubuhku gemetar karena rasa sakit dan ketakutan. Rasa malu, hina, dan ketidakberdayaan semakin menghancurkan diriku. Melihat kesempatan ini, pria itu mengangkat tubuhku dengan mudah, lalu memposisikan tubuhku menungging.

Aku merasakan dinginnya udara yang menyentuh kulitku, tubuhku masih gemetar karena kejutan listrik yang baru saja kualami. Napasku tersengal-sengal, mencoba mengatur ritme pernapasan yang kacau. Pria itu tidak menunjukkan sedikit pun belas kasihan, dia menekan tubuhku ke kasur, membuatku semakin merasa terperangkap dan tidak berdaya.

"Bagus, sekarang Mas bisa nikmatin kamu lebih lagi," katanya dengan nada puas. Tangannya yang kasar memegang pinggulku, mengatur posisiku dengan kasar dan penuh kendali. Aku bisa merasakan setiap gerakannya yang penuh kekuasaan, setiap sentuhan yang membuatku merasa semakin tidak berdaya.


Baca selengkapnya di https://karyakarsa.com/auliashara atau klik link di bio. 

Terjerat HutangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang