Jay memasuki apartemen dan ternyata Jennifer juga berada disana, sebenarnya Jay tidak pernah memberikan kunci akses, tetapi bukan Jennifer jika tidak melakukan segala cara untuk mencapai apa yang dinginkan, membuat kunci akses adalah hal kecil baginya.
"Apa yang kamu lakukan di apartemenku ? meskipun kita bertunangan, aku tetap tidak suka jika kamu bertindak sesuka hatimu disini!"
Jennifer mendecih mendengar Jay, dia langsung berdiri dan mengalungkan tangannya, ke leher Jay dan melepas kancing baju Jay.
"Kenapa kamu terus menolakku hum ? Aku akan menjadi istrimu Jay, tidak ada yang perlu disembunyikan sekarang, bahkan kamu juga pernah melihat semua yang kupunya, jadi sekarang apa ?"
Wajah manis dengan mata yang dibuat berkaca-kaca, daya tarik yang dimiliki dan sukar untuk ditolak.
Jay tentu mengetahui kemana arah perkataan tunangannya tersebut, memang dulu Jay menyukai Jennifer karena selain pintar dia juga Sexy, bahkan menjadi buah bibir di lingkaran pertemanan Jay.
Jay lengah, dia mencium Jennifer dan inilah yang di inginkan wanita itu, dia ingin mengandung anak Jay sehingga pernikahan mereka lebih cepat.
Namun ditengah-tengah ia mencium Jennifer pikirannya kalut membayangkan Jungwon, dia tiba-tiba mendorong Jennifer.
"Sebelum aku pulang, pergilah dari sini, aku lelah"
"Apa maksudmu Hah?!! Jungwon lagi ?!"
Jay kemudian mengambil kunci mobil yang sebelumnya ia lempar ke meja lalu keluar begitu saja, tanpa memperdulikan teriakan Jennifer.
Dengan emosi yang meluap karena rencananya gagal lagi, dia memasuki kamar Jay melepas pakaian luarnya, membuat rambutnya berantakan, dan seolah-olah sedang difoto dalam keadaan tidur di kamar Jay. Tidak lupa dengan latar meja belajar dan gitar Jay.
Setelah itu dia memasang kembali pakaiannya lalu pergi, setelah sebelumnya mengirim fotonya kepada seseorang.
"Bagaimana pun kamu harus tunduk padaku!"
...
Jungwon menggosok keringat yang mengalir dipelipisnya, dia membantu Nenek mengisi pot untuk benih stroberi, hari ini dia libur jadi menghabiskan waktu di kebun stroberi itu adalah aktivitas rutinnya, selain membantu nenek, merawat stroberi juga membuatnya nyaman.
Dan tidak lama Sungchan datang membawa biskuit dan minuman dingin.
"Nenek! Jungwon-Ssi hentikan itu sebentar, ayo minum sesuatu yang dingin! nanti aku juga akan membantu kalian"
Nenek pun menghampiri Sungchan, sedangkan Jungwon meneruskan kerjaannya, dia tidak menggubris kedatangan Sungchan.
"Jungwon-Ssi!"
Sungchan meneriaki Jungwon dan Jungwon tetap mengabaikannya.
"Nenek! Apakah Jungwon sependiam itu?"
Ucap Sungchan penasaran sembari mengeluarkan satu botol minuman Ion dingin untuk nenek.
"Dia memang seperti itu, terkadang aku kasihan melihat cucuku, kamu tau dulu Jungwon sangat cerewet, aktif bahkan sangat nakal, namun nenek memahami kenapa dia menjadi lebih tenang sekarang, karena dia juga semakin dewasa kan ?"
Ucap nenek dengan potongan-potongan nostalgia yang kembali tergambar dibenaknya.
Sungchan mengangguk-angguk kecil
"Jungwon bukan cucu kandung nenek ?"
Nenek pun tersenyum dengan mata yang menatap lurus ke Jungwon, karena mendengar pertanyaan Sungchan.
"Oh nenekmu pasti mengatakan hal itu padamu, tetapi meskipun dia bukan cucu kandungku, aku merasa dia lebih dari hanya sekedar cucu kandungku, anakku Min tidak bisa punya anak, ditengah hujan salju Min menemukan Jungwon meringkuk di bangku, karena sengaja ditinggalkan oleh seseorang dan anakku Min Seohyan membawanya pulang, saat pertama kali dia membawa Jungwon dan saat itulah pertama kali aku bertemu anak itu, dia sangat kecil, polos, tangannya sangat mungil dan dingin, hatiku sangat tersentuh. anak itu sudah banyak melalui hal sulit didalam hidupnya, aku berharap cucuku selalu disertai oleh kebahagiaan"
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE DISTANCE (Jaywon)
FanfictionHal yang tidak terduga terjadi pada Jungwon, kedatangan siswa pindahan dari Amerika mengubah hampir seluruh kehidupannya. BXB JAYWON
