6 (season 2)

1.4K 73 17
                                        

Beberapa hari kemudian Sunoo dan Sunghoon benar-benar pergi ke alamat yang disebutkan Jay, sebenarnya Sunghoon menolak karena takut jika Ibu Sunoo mengetahui mereka bersama karena Ibu Sunoo tidak suka Sunoo berteman dengan Sunghoon yang pembangkang, bahkan lari dari rumah dan memutuskan hubungan dengan orang tuanya, ibu Sunoo takut anaknya terpengaruh, meskipun beberapakali Sunoo menjelaskan kepada Ibunya tetap saja tidak disetujui.  Namun karena Sunoo mendesaknya akhirnya dia ikut dengan syarat Sunoo tidak boleh memberitahukan apapun tentang dirinya kepada Ibu Sunoo.

"Baiklah aku tidak akan mengatakan apapun kepada Eomma tetapi kamu harus menemaniku menemui Jungwon !"

"Apa bedanya aku pergi dan tidak jika begitu?!"
Ucap Sunghoon dengan wajah memelas

"Baiklah aku akan pergi sendiri, aku tidak akan memaksa seseorang jika dia tidak mau, lagian kamu ada kencan dengan Wonyoung, jadi aku tidak ingin jika itu mengganggu"

Sunghoon menghelah nafas mendengar Sunoo menyinggung nama Wonyoung.

"Hei aku sudah mengatakan seratus bahkan seribu kali jika aku dan Wonyoung tidak ada apa-apa"

Sunghoon menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu ikut masuk ke dalam mobil, didalam mobil Sunoo sibuk mengatur lokasi dan jalan alternatif untuk pergi ke desa, tanpa memperdulikan Sunghoon yang duduk disampingnya.

'Lagi-lagi seperti ini'

Batin Sunghoon

....

Pagi itu Jay terbangun karena punya kelas perkuliahan,  namun dikejutkan ketika ia bangun Jennifer sudah ada disampingnya sembari terlelap dengan lengan Jay sebagai bantal dan tangannya bertengger di dada Jay.

Jay tentu tidak tinggal diam dia membangunkan Jennifer dengan nada marah dan kesal, jennifer saat bangun sengaja memperlihatkan belahan dada, dan bahkan saat selimut ia singkap ternyata Jennifer hanya mengenakan piyama yang begitu seksi menggambar lekuk tubuhnya.

"Apa-apan ini?"

Jennifer bangun sembari mengucek-ngucek matanya, tangannya menarik tali piyama yang berukuran hanya beberapa jengkal itu.

"Aku sudah memperingatkan padamu ! Kita bahkan belum menikah, ada apa denganmu ?"

"Wah bagus... Topengmu bagus Jay Park, dulu kamu merayuku bahkan menyentuhku, kita sudah melakukan sex dan sekarang kamu mengatakan kita belum menikah ? Kita akan menikah ?! Kamu benar-benar tidak khawatir dengan perusahaan ayahmu? Hah? Perusahaan ayahmu sekarang menjadi benalu di perusahaan ayahku, kamu harus tau itu !"

Lagi-lagi Jennifer ditolak mentah-mentah oleh Jay,  namun saat akan pergi tiba-tiba Jennifer mual bahkan terjatuh ke lantai. Kepalanya tiba-tiba pusing.

Karena Jay tidak ingin masalah semakin membesar dia memapah gadis itu ke mobil, setelah memasangkan blazer ke Jennifer lalu membawanya ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, Jay menghubungi ibu Jennifer dan memberitahukan alamat, lalu pergi begitu saja.

...

Ibu Jennifer berjalan buru-buru di koridor rumah sakit, namun tetap berjalan dengan anggun, wanita dengan wajah congkak itu didampingi oleh 2 bodyguard, dan asistennya.

Ia berjalan memasuki koridor hospital luxury, dan menuju kamar VIP tempat putrinya dirawat, dia sempat menyuruh Jay untuk tidak meninggalkan putrinya, namun Jay kekeh bahwa dia harus ke Universitas.

Sesampainya di dalam kamar, Jennifer terbaring  dengan wajah pucat, tidak lama ayahnya juga datang menyusul.

"dimana Jay?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 21, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

LOVE DISTANCE (Jaywon)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang