hanya perkumpulan one shot story tentang tiga serangkai manusia
⚠️WARNING!!! [kalau ga suka skipp!! no hujatan]
B×B
ff (fanfiction)
angst story
harsh language/bahasa baku
18+(tidak disaran kn untuk bocil di bawah umur)
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jake merasakan angin musim gugur menyapu lembut daun-daun yang berguguran di sekelilingnya. Langit berwarna lembayung, tanda matahari hampir terbenam. Sementara banyak orang memilih beraktivitas di dalam ruangan, Jake memilih untuk menikmati keindahan musim gugur ini di taman yang sepi. Sudah hampir tiga tahun sejak Jake terakhir kali menginjakkan kaki di negeri gingseng. Kini, setelah hampir dua tahun menetap di negeri Matahari Terbit dan satu tahun pertama tinggal di tempat masa kecilnya, Jake merasa nyaman, tetapi juga cemas jika kembali ke negara asalnya akan mengembalikan luka lama. Meski terasa seperti tindakan pengecut, Jake lebih memilih untuk menjaga dirinya sendiri.
Dengan syal melilit di leher dan jaket berlapis-lapis, Jake duduk di bangku taman yang disediakan, menggosokkan kedua tangannya untuk menghangatkan diri. Ia lupa membawa sarung tangan, dan angin yang berhembus tidak membuatnya merasa kedinginan. Pikiran-pikiran negatif terus menghantui Jake, hingga tiba-tiba ponsel di kantongnya bergetar. Melihat nama yang tertera, Jake tersenyum kecil dan menjawab telepon dari Riki
"Hmm... tenang, Riki, aku hanya keluar mencari angin. Kau tidak perlu khawatir. Lagipula, aku sudah dewasa dan bisa menjaga diriku sendiri," kata Jake, tertawa kecil saat mendengar Riki mengomel. "Tidak... sebentar lagi aku akan pulang. Tunggu di rumah, oke?"
Setelah sambungan telepon terputus, Jake menyimpan kembali ponsel ke dalam saku jaketnya dan melanjutkan menikmati keindahan taman. Matahari semakin tenggelam, dan Jake merasa sudah waktunya untuk pulang. Namun, tiba-tiba, seseorang menarik tangannya dari belakang dan memeluknya erat. Jake memberontak, namun saat mencium aroma parfum yang familiar, rasa terkejut dan kesedihan menyelimuti hatinya
Sunghoon, dengan nada suara yang penuh kasih sayang, melepaskan pelukannya dan menatap Jake dengan intens. "Kemana saja kamu selama ini? Mengapa kamu tiba-tiba menghilang tanpa kabar dan kenapa kamu tidak datang ke pernikahanku?" tanya Sunghoon, wajahnya penuh dengan kekhawatiran
Jake mencoba tersenyum walaupun hatinya kembali hancur. "Aku hanya ingin liburan. Sebenarnya, aku hadir dalam acara pernikahanmu, kamu hanya tidak melihatku"
Ucapan Sunghoon terputus ketika seorang anak kecil berusia dua tahun memeluk kakinya "Papah kemana? Kenapa tidak menunggu mamah dan Sungju?"
Sunghoon tertawa kecil, mengangkat anak kesayangannya dan mencium pipi Sungju dengan penuh kasih sayang. Jake menahan sesak di dadanya, terutama saat melihat tatapan penuh kasih Sunghoon pada anaknya. "Mana mamah?" tanya Sungju, menunjuk perempuan yang sedang berfoto
"Ini, Sungju, kenalkan ini Jake, teman papah. Dia teman pertama yang papah kenal," kata Sunghoon sambil memperkenalkan Jake. "Jake, ini anakku yang pertama, Sungju. Yang kedua masih di dalam perut istriku"
Jake merasa tidak kuat menahan sakit hati yang begitu mendalam. Senyum manis Sungju membuat Jake semakin tersiksa. Saat melihat jam tangan, Jake berpura-pura terburu-buru. "Eh, maaf Hoon, aku harus pulang. Sudah larut malam"
Jake berlari keluar taman, meninggalkan Sunghoon yang masih mencoba meminta nomor telepon atau alamat barunya. Langkahnya cepat, dan air mata tak tertahan lagi saat ia menutup pintu rumah. Tangisan Jake pecah, tubuhnya meluruh ke lantai saat Riki yang mendengar kegaduhan segera berlari ke arah Jake. Terkejut melihat sahabatnya menangis sambil memukul-mukul dada, Riki segera memeluk dan menenangkan Jake
Dalam pelukan Riki, Jake merasakan duka dan sakit hati yang tak kunjung usai, dan ia tahu, meskipun ia kuat, perasaan ini tetap menghampiri kapan saja
mungkin ini terakhir kali nya jake berada di jepang ia harus memulai dari awal lagi untuk menyembuhkan luka dan juga terakhir kali ia bertemu dengan sunghoon, jake harap ia tak akan pernah bertemu dengan orang itu lagi cukup pertemuan yang tak sengaja ini, jake akan pergi menghilang lagi dan mungkin jika luka ini tak sembuh sembuh lebih baik jake pergi dari dunia ini
end
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
jake gemass 🥺🤏
*cerita nya bikin sedih ga sihh, ko kaya kurang yaaa angst nya, yaudah lah yg penting lagu nya sedih