Turnamen IV【end】

315 20 3
                                        

Happy Reading

Happy Reading

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





























Benar kata orang, cinta bisa membuat orang buta, atau setidaknya kehilangan kewaspadaan. Seperti yang Shaka rasakan saat ini. Di depan warung sederhana di belakang kampus, tempat yang bahkan tidak pernah ia tahu ada meski sudah lima semester kuliah, ia berdiri terpaku. Warung itu kecil dan sederhana, ramai oleh mahasiswa yang butuh tempat istirahat atau sekadar mencari makanan murah. Namun, baginya, tempat ini memiliki daya tarik tersendiri

Tatapan Shaka tertuju pada sosok pemuda di depannya yang asyik bercengkrama dengan Mbok Ayu, pemilik warung yang ramah. Nana, alter ego Ayna yang terkenal usil dan sedikit kasar, tertawa lepas dengan Mbok Ayu, seolah mereka berdua sudah lama akrab. Wajahnya ceria, penuh senyum, sesekali mengeluarkan tawa renyah yang jarang Shaka lihat. Di sela obrolan, Nana terus saja mengolok Mbok Ayu dengan guyonan ringan yang membuat suasana makin hidup

"Tuh, kan, Mbok jadi lupa mau ngapain," seru Mbok Ayu, tertawa kecil.

Nana menggeleng sambil menghela napas, lalu mengedipkan mata dengan gaya bercanda. "Katanya Mbok masih muda, kok udah pelupa? Aduh, Mbok gimana sih?" canda Nana, membuat Mbok Ayu tertawa geli.

Mbok Ayu mencubit hidung Nana yang jahil itu. "Udah, udah. Mbok ke dalam dulu ya. Kalau butuh apa-apa, panggil aja," ucap Mbok Ayu sambil tersenyum lembut sebelum masuk ke dalam.

Nana pun membalas dengan hormat konyol, "Siap, Mbok Ayu nan ayu!"

Namun, begitu Mbok Ayu menghilang di balik pintu, ekspresi ceria Nana langsung pudar ketika matanya menangkap sosok Shaka. Tanpa basa-basi, Nana duduk dan bersikap seenaknya, dengan kaki dinaikkan ke kursi sambil mengunyah permen karet-sikap yang sangat berbeda dibanding alter ego lainnya

"Lo lagi, lo lagi," dengusnya acuh sambil menyeruput kopi hitam di depannya. Shaka, yang sudah terbiasa dengan perubahan sikap Ayna, hanya tersenyum tipis, meski tahu benar bahwa Nana ingin ia pergi

Nana menatap Shaka dengan tatapan tajam. "Gara-gara lo, Anna sama Ayya ribut berebut pengen keluar" ujarnya, nada suaranya setengah kesal. Shaka mencoba mencerna perkataannya, bingung akan maksud yang tersirat

"Ga usah pura-pura nggak paham," lanjut Nana, matanya mengintimidasi. "Lo udah ketemu mereka, kan? Pasti ngerti apa yang gue maksud"

Shaka membuka mulut, hendak menjawab, namun seolah ada yang menahannya. Pertanyaan besar muncul dalam pikirannya, sesuatu yang sejak lama ia pendam. Dengan keberanian yang tiba-tiba muncul, ia bertanya, "Jadi, di antara kalian semua, mana yang asli?"

Mendengar itu, Nana hanya menyeringai. Dia melepas permen karetnya dengan santai, membuangnya sembarangan, gaya yang kasar namun entah mengapa justru membuat Shaka semakin tertarik. Bukannya merasa ilfil, Shaka malah semakin penasaran

A Short Piece of Fiction [HeejakeHoon]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang