BAB 23

1.2K 84 27
                                        

Devi Dan afan segera mengemaskan baju kedalam koper

"Dev?"seru afan menatap devi yg sibuk merapikan koper

"Kamu beneran gapapa ditinggal sama adara berdua aja?"tanya afan berulang Kali

"Mau di ulang ke berapa Kali sih fan, it's okey selama aku ga sendiri aman aman aja"ucp devi tertawa kecil

Afan menatap devi dalam dalam

"Makasih"ucp afan membuat devi sedikit bingung namun ia tdk menghiraukan itu,ia lanjut membereskan koper

"Makasih"ulang afan lagi,kali ini devi mengerutkan kening

"Iya sama sama,knp sih makasih mulu"tanya devi bingung dgn sikap suami nya yg kembali tersenyum

"Makasih sudah berusaha terlihat baik baik saja,walaupun sebenarnya semua itu terasa berat,aku Tau kmu punya jiwa ketegasan,dan selalu menampak kan senyuman walaupun kamu bener bener susah memakai topeng nya,aku Tau kamu bisa ,itu yg membuat aku salut sama kamu, karna kali ini bukanlah peri Hal kesalah pahaman,atau masalah apa,tpi ini tentang kehilangan,aku salut karna sampai di titik ini kamu masih berusaha terlihat baik baik aja "ucp afan melangkah lebih maju hingga dapat mengengam tangan istri nya itu

Mata devi mulai berkaca kaca kembali,afan bisa merasakan getaran Dan ketakutan dimata devi

"Aku Tau kamu kuat,tapi kamu juga harus ingat aku ini siapa?,kamu boleh terlihat baik¹ aja pada dunia,tapi jangan saat kamu bersamaku,karna jujur rasa nya lebih sakit buat aku,melihat kamu menahan semua itu,kamu memang kehilangan rumah untuk cerita,tapi kamu tdk akan kehilangan aku tempat kamu pulang,jdi stop ngerasa semua baik baik aja,selama kamu disamping aku,kamu bebas"ucp afan sembari menghapus air mata yg berhasil mengalir membasahi pipi devi

"Makasih,makasih sudah menjadi alasan mengapa aku tetap bertahan hidup"ucp devi terharu

"It's okey always to you,jdi kamu tetap mau aku pergi?"tanya afan tersenyum mengoda

Devi yg menyadari itu kembali tersenyum

"Maksud kamu apa,mau aku temenin?,hey enak aja inget adara dong"goda devi kembali tersenyum

"Iya becanda kok"

"Yaudah yuk"saat devi hendak pergi mengeluarkan koper,afan mencegahnya

"Apa lagi sih fan?"tanya devi kembali memutarkan bola matanya kearah afan

"Mau nanya"ucp afan,membuat devi merasakan gugup, saat melihat afan kembali serius

"Apa?"tanya devi pelan,namun gugup

"Tentang perasaan.."

"Hem"

"Kmu ke aku sekarang,udh ada perubahan atau masih dgn yg sama?"tanya afan membuat devi menelan ludahnya,kini ia semakin gugup

"Duh gimana nih,mana gua juga masih bingung lagi sama perasaan gua"batin devi

"Eumm---"
_____________________________________________

Tiba di sebuah kafe,rakha membawa sepupu nya ke kafe milik shifa

"Lo mau ngajak gua makan apa?,plis lah rak gua udh kenyang,balik aja yok gua masih ngantuk"ucp dika menarik lengan baju sepupu nya

"Ga asik bngt sih lo,ini gua mau ngenalin lo sama pacar Dan temen temen gua"ucp rakha kini menahan dika yg ingin segera pergi

"What now?plis men,I am already sleepy plis,tunda aja tunda"protes dika lagi

"Ya gabisa gitu dong,lu gimana sih,gua udh janjian juga"tolak rakha

"Lu ga ngomong sama gua,yg salah siapa,udah lah masak gua ketemu sama pacar lo kekgini,baru bangun wou"ucp dika lagi

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 10, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

hanya kamu devisa (Defan)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang