Waktu menunjuk pukul 22:00 malam,Adara sudah tertidur
Setelah menyelimuti adiknya,devi pun pergi keluar untuk mencari angin sambil menunggu suaminya kembali juga
Angin sepoi-sepoi membuat suasana lebih tenang,devi kembali memikirkan persoalan hubungan nya dengan Alvaro
Kali ini air mata tak jatuh sedikit pun, merasa ini terbiasa baginya jadi tidak ada gunanya menangisi orang yg bukan lagi milik nya
Ia semakin merasa tenang ketika memiliki afan, sekarang sedikit demi sedikit hati nya mulai bisa menerima afan
Dia tersenyum terharu ketika mengingat momen nya bersama afan,betapa berpengaruh nya afan dalam hidupnya, hidupnya bisa berantakan jika tidak pria itu
"Dev"seru afan sembari membawa tas yg isinya ada beberapa baju
Devi menoleh
"Kenapa senyam senyum gitu?"tanya afan binggung dengan sikap istrinya
Devi menggeleng cepat
"Abis di godain cowok ya"goda afan
Devi menjewer telinga afan, tidak terasa sakit namun geli
"Ngapain disini malem malem"tanya afan lagi
Devi menggenggam tangan suami nya itu
"Temenin aku cari angin yuk"ucap devi tersenyum membuat afan merasa salting,devi sekarang sudah terang terangan memberi nya perhatian
"Tapi Adara?"tanya afan
"Udah tidur"jawab Devi
Lalu afan mengangguk menerima ajakan istrinya itu, untuk menemani nya cari angin
Sepanjang perjalanan mereka tidak melepaskan genggaman tangan
Melihat ada yg jualan lolipop,afan- segera berlari kesana untuk membeli untuk istrinya
"Nih"ucap afan memberi Devi lolipop
"Makasih ya"ucp devi tersenyum
Setelah itu keduanya kembali bergenggaman sembari menikmati lolipop itu
Afan tertawa kecil saat melihat Devi meninggalkan bekas eskrim di mulut nya
"Kek anak kecil tau gak"ucap afan sembari mengeluarkan tisu di saku nya lalu ngelap bekasan eskrim di mulut devi
Lama kelamaan timbulah tatap bertatapan
"Kok jantung gue berdebar ya?apa jangan jangan gue udah mulai jatuh cinta sama afan?masak secepat itu sih?"batin devi
"Ekhem"kode devi
Keduanya pun kembali ke posisi awal
"Eh ke danau itu yuk"ucap afan menunjuk sebuah danau tak jauh dari keduanya
"Ngapain?"tanya devi lembut terdengar mengemas kan
"Udah ikut aja"ucp menarik tangan devi
Sesampai disana,afan terlebih dahulu membeli sebuah lampion
"Buat apa sih fan?"
"Udah nurut aja bawel bngt sih"ucap afan sembari menyalakan lampion itu
Afan mengeluarkan sebuh kertas dan pulpen dan memberikan nya kepada devi
"Sekarang kamu tulis semua beban kamu,fikiran kamu, masalah kamu, apapun itu yg membuat kamu berat "ujar afan tersenyum
Devi mengerti maksud afan,ia pun menuruti nya
Afan terus memikirkan devi,tangan devi bergetar saat menulis itu,air mata juga mulai membendung Dimata nya,afan langsung menggenggam tangan devi yg bergetar itu,devi menatap afan sedikit tersenyum
KAMU SEDANG MEMBACA
hanya kamu devisa (Defan)
Romancediluar sana memang ada banyak wanita lebih darimu namun aku memilih mu karna aku tau keinginan itu datang dari hati bukan pilihan mata,akan ku akhiri hidup ku dalam dekapan mu, tidak akan pernah ku lepaskan sampai waktunya untuk pergi dari hidup i...
