BAB 19

735 62 0
                                        

Waktu menunjuk pukul 22:00 malam,Adara sudah tertidur

Setelah menyelimuti adiknya,devi pun pergi keluar untuk mencari angin sambil menunggu suaminya kembali juga

Angin sepoi-sepoi membuat suasana lebih tenang,devi kembali memikirkan persoalan hubungan nya dengan Alvaro

Kali ini air mata tak jatuh sedikit pun, merasa ini terbiasa baginya jadi tidak ada gunanya menangisi orang yg bukan lagi milik nya

Ia semakin merasa tenang ketika memiliki afan, sekarang sedikit demi sedikit hati nya mulai bisa menerima afan

Dia tersenyum terharu ketika mengingat momen nya bersama afan,betapa berpengaruh nya afan dalam hidupnya, hidupnya bisa berantakan jika tidak pria itu

"Dev"seru afan sembari membawa tas yg isinya ada beberapa baju

Devi menoleh

"Kenapa senyam senyum gitu?"tanya afan binggung dengan sikap istrinya

Devi menggeleng cepat

"Abis di godain cowok ya"goda afan

Devi menjewer telinga afan, tidak terasa sakit namun geli

"Ngapain disini malem malem"tanya afan lagi

Devi menggenggam tangan suami nya itu

"Temenin aku cari angin yuk"ucap devi tersenyum membuat afan merasa salting,devi sekarang sudah terang terangan memberi nya perhatian

"Tapi Adara?"tanya afan

"Udah tidur"jawab Devi

Lalu afan mengangguk menerima ajakan istrinya itu, untuk menemani nya cari angin

Sepanjang perjalanan mereka tidak melepaskan genggaman tangan

Melihat ada yg jualan lolipop,afan- segera berlari kesana untuk membeli untuk istrinya

"Nih"ucap afan memberi Devi lolipop

"Makasih ya"ucp devi tersenyum

Setelah itu keduanya kembali bergenggaman sembari menikmati lolipop itu

Afan tertawa kecil saat melihat Devi meninggalkan bekas eskrim di mulut nya

"Kek anak kecil tau gak"ucap afan sembari mengeluarkan tisu di saku nya lalu ngelap bekasan eskrim di mulut devi

Lama kelamaan timbulah tatap bertatapan

"Kok jantung gue berdebar ya?apa jangan jangan gue udah mulai jatuh cinta sama afan?masak secepat itu sih?"batin devi

"Ekhem"kode devi

Keduanya pun kembali ke posisi awal

"Eh ke danau itu yuk"ucap afan menunjuk sebuah danau tak jauh dari keduanya

"Ngapain?"tanya devi lembut terdengar mengemas kan

"Udah ikut aja"ucp menarik tangan devi

Sesampai disana,afan terlebih dahulu membeli sebuah lampion

"Buat apa sih fan?"

"Udah nurut aja bawel bngt sih"ucap afan sembari menyalakan lampion itu

Afan mengeluarkan sebuh kertas dan pulpen dan memberikan nya kepada devi

"Sekarang kamu tulis semua beban kamu,fikiran kamu, masalah kamu, apapun itu yg membuat kamu berat "ujar afan tersenyum

Devi mengerti maksud afan,ia pun menuruti nya

Afan terus memikirkan devi,tangan devi bergetar saat menulis itu,air mata juga mulai membendung Dimata nya,afan langsung menggenggam tangan devi yg bergetar itu,devi menatap afan sedikit tersenyum

hanya kamu devisa (Defan)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang