سْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞
"𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡𝐮𝐦𝐦𝐚 𝐒𝐡𝐨𝐥𝐥𝐢 '𝐀𝐥𝐚 𝐒𝐚𝐲𝐲𝐢𝐝𝐢𝐧𝐚 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝 𝐖𝐚'𝐚𝐥𝐚 𝐀𝐥𝐢 𝐒𝐚𝐲𝐲𝐢𝐝𝐢𝐧𝐚 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝"
«────── « ⋅ʚ♡ɞ⋅ » ──────»
Brak!
Tubuh Desi menggelinding ke arah tepi jalan yang berumputan, dengan anak kecil yang ia peluk sekuat mungkin agar tidak lepas dan membuat anak kecil itu sakit.
"Adek gak papa? ada yang sakit gak?" tanya Desi khawatir sambil memeriksa tubuh gadis kecil ini apakah ada yang terluka.
"Aku gak papa kakak cantik," jawab Si gadis kecil itu dengan muka polosnya.
"Alhamdulillah," ucap Desi tersenyum sambil mengelus lembut kepala gadis kecil itu.
"Telimakacih kakak cantik cudah menyelamatkan eva," Ucap gadis kecil Itu yang bernama Deva.
"Sama-sama adek manis," jawab Desi tersenyum lembut ia sangat gemas dengan Deva yang mana badan kecil mungil, wajah putih mulus, pipi chubby seperti bakpao dan jangan lupakan mata bulat yang menambah kesan imut didirikannya.
Desi pun berdiri dan membantu Deva setelah itu mengajaknya ke arah bangku yang sempat ia duduki, setelah duduk Desi pun bertanya kepada Deva gadis kecil yang imut ini.
"Adek manis kenapa kamu sendiri dijalan? kemana orang tua kamu?" tanya Desi penasaran.
"Eva tadi lagi ikut bunda pelgi ke mall, telus bunda lagi telponan cama olang, eva lihat ada jualan balon dijalan jadi eva campelin mau beli, tapi bapak jualan balonnya pelgi eva kejal," ucap Deva candel menceritakan sambil raut wajahnya berubah-ubah itu membuat ia semakin imut dan lucu, Desi tak tahan lagi ia ingin masukin Deva ke karung terus simpan deh dikamar buat pajangan.
"Oh gitu, nama adek manis ini Eva ya?" Tanya Desi sambil melihat Deva.
"Hm nama aku Deva celalu dipanggil Eva," jawab Deva mengangguk lucu dan tersenyum manis entah mengapa ia sangat suka berbicara dengan Desi padahal Deva susah sekali buat akrab dengan orang baru.
"Ohya Eva tau bundanya sekarang lagi dimana?" tanya Desi lembut
Dan dibalas gelengan kepala oleh Deva pertanda bahwa ia tidak tau sekarang bundanya lagi dimana.
"Hm oke deh nanti kakak bantu cari bunda kamu ya," ucap Desi tersenyum sambil menggenggam tangan kecil Deva.
"Oke telimakacih kakak cantik," Deva tersenyum lembut sambil menatap Desi.
"Jangan panggil kakak seperti itu adek manis, panggil aja kakak Desi ya," ucap Desi lembut
"No eva mau panggil kakak cantik aja boleh ya?" ucap Deva sambil mengerjap matanya lucu.
"Itu kakak cantik aja panggil eva, adik manis," lanjutnya tak mau kalah.
"Iya deh terserah adik manis ini aja," jawab Desi terkekeh kecil sambil menepuk-nepuk kepada Deva pelan.
"Dek ini minumannya," Ucap Rio abangnya yang baru datang sambil menyodorkan minuman dingin.
"Terimakasih abang," Desi sambil mengambil minumannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DEFFA [TERBIT]
Novela JuvenilASSALAMUALAIKUM WR.WB ⚠️ FOLLOW DULU SEBELUM BACA ⚠️ DILARANG MENGCOPY! / PLAGIAT! (Allah Maha melihat) Hay semuanya selamat datang di cerita pertamaku, ceritaku ini menceritakan tentang seorang gadis lugu p...
![DEFFA [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/347160988-64-k24081.jpg)