28.) DEFFA

75 19 3
                                        

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

    ۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

"𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡𝐮𝐦𝐦𝐚 𝐒𝐡𝐨𝐥𝐥𝐢 '𝐀𝐥𝐚 𝐒𝐚𝐲𝐲𝐢𝐝𝐢𝐧𝐚 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝 𝐖𝐚'𝐚𝐥𝐚 𝐀𝐥𝐢 𝐒𝐚𝐲𝐲𝐢𝐝𝐢𝐧𝐚 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝"

  «────── « ⋅ʚ♡ɞ⋅ » ──────»

Ting Ting Ting!

Bel pulang sekolah berbunyi pertanda bahwa seluruh siswa-siswi untuk keluar dari kelas untuk pulang.

Setelah sholat ashar di mushola tadi Desi beserta temannya yang lain menuju parkiran mau pulang.

"Eh guys aku duluan ya," ucap si kembar Dina dan Dini ketika supir mereka telah menyemput.

"Iya hati-hati dijalan," ucap Desi.

"Oke sip dah Assalamualaikum," mobil yang ditumpanginya si kembar pun berlalu dari sana.

"Pengen seblak nih aku," celetuk Selvi.

"Ya beli lah kayak gak ada uang aja," ucap Putri memutar bola matanya malas.

"Iya tahu Putri aku kan hanya bilang saja."

"Bang Ren," panggil Selvi melihat abangnya menaiki motornya seperti ingin pulang.

Sedangkan yang dipanggil menoleh ke sumber suara, setelah menemukan siapa yang memanggilnya tadi Rendy pun menghampirinya.

"Kenapa?" tanya Rendy memberhentikan motornya tepat dihadapan Selvi.

"Bang aku pengen seblak anterin aku ke penjual seblak ya," ucap Selvi menatap Rendy tersenyum manis.

Rendy ingin menolak tapi ia melihat Desi berada disini, ia pun berusaha terlihat baik dan perhatian didepan Desi.

"Hm yaudah naik," jawab Rendy membalas senyuman Selvi.

'Tumben amat tersenyum biasanya selalu ngeselin tuh muka' batin Selvi menatap abangnya penuh curiga, ia melihat abangnya menatap ke arah Desi terus sedangkan Desi yang ditatap tidak melihat ia malah melihat kebawah terus.

"Yaudah bang ayok," ucap Selvi lalu menaiki motor abangnya yang sangat tinggi itu.

"Desi, putri aku duluan ya Assalamualaikum," ucap Selvi tersenyum.

"Iya hati-hati, waalaikumsalam."

Motor Rendy pun berlalu dari sana meninggalkan kedua gadis cantik ini.

"Kamu nungguin supir kamu ya put?" tanya Desi.

"Bukan, aku nungguin abang aku, soalnya supir aku gak bisa jemput biasa lagi ada masalah mobilnya."

"Oh gitu."

"Kalo kamu nungguin supir kamu kan?"

"Iya nih."

"Yaudah kita duduk di halte itu aja yuk," ajak putri, diangguki Desi mereka berdua pun menuju halte bus yang berada tak jauh dari lingkungan sekolah.

"Des kalo sudah lulus nanti kamu mau lanjut kemana?" tanya Putri ketika mereka sudah duduk.

"Hm belum tau sih put."

"Aku sih pengen masuk kampus universitas Islami," ucap Putri.

"Wah bagus tuh biar memperdalam ilmu agama," setujuh Desi.

DEFFA [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang