Dunia Milik Berdua

382 27 5
                                        


"Kayaknya ada yang makin lengket ya abis pulang dari Phuket." ucap seorang pria manis yang kini menjadi penonton tak dibayar melihat sang anak dan menantu yang begitu mesra kini tengah makan satu piring berdua dengan duduk hadap-hadapan di meja makan dirumahnya.

Sebenarnya dia hanya memanggil sang menantu untuk membantu dirinya persiapan arisan yang kali ini diadakan dirumahnya, sekalian dia juga ingin memperkenalkan menantunya kepada teman-temannya.

Namun apa ini? Sang anak malah tiba-tiba datang dan membuat kerusuhan dengan dalih "merindukan istrinya dan ingin makan siang disuapi sang istri."  membuatnya jengkel dengan versi anaknya yang bucin.

"Phi ish jangan cubit!"

"Abisnya kamu lucu, liat nih gemes banget pipi kamu ngembang gini pas lagi ngunyah makanan."

"Udah ah ini makan aja!" Noeul memberikan Boss suapan kembali makanannya, tanpa mengubris omongan sang mertua

"Aaaa.."

"Iyaa-iyaa yang lagi kasmaran mah beda, dunia serasa milik berdua ya sampe ga denger omongan bubu."

"Apasih bu iri mah bilang aja."

"Heleh, siapa yang iri bubu juga bisa sama Daddy!"

"Yaudah sana sama Daddy! Jangan ganggu aku sama istri aku."

Sang bubu hanya memutarkan matanya melihat perilaku anaknya itu.

"Buat pertanyaan bubu tadi, ya terus kenapa kalo makin lengket? Bagus dong bu kita jadi makin harmonis, ya ga sayang?"

Noeul hanya menjawab tersenyum~

Cup!

"Phi ih ada bubu!"

"Terus kenapa? Bubu juga biasa aja kok."

"Malu." cicit Noeul

"Gapapa sayang jangan peduliin bubu, bubu maklumin kok." ucap sang bubu

"Hehe iyaa bu."

"Jadi ga lama lagi bubu bakal denger kabar baik dong nih?" goda sang bubu

mendengar pertanyaan sang bubu pasangan itu saling melirik satu sama lain tersenyum. Sementara satunya sudah memerah wajahnya.

"Aku cuci dulu piringnya ya." Noeul memilih untuk pergi meninggalkan Boss bersama sang Bubu.

"Noeul kan masih sekolah bu."

"Ah iya bubu lupa, kamu kan nikah sama yang lebih muda 9 tahun."

"Tapi kan beberapa bulan lagi juga Noeul udah lulus."

"Hmm."

"Bubu sih."

"Bubu kenapa?"

"Lagian kenapa aku lahirnya kecepetan sih, coba kalo lahirnya di tahun barengan pas Noeul lahir. Pasti sekarang aku masih muda masih sekolah, ga kayak.."

"Tua?" ucap sang Bubu

"Hm."

"Yee, kamu kira kita bisa request gitu dikasih kehamilannya kapan."

"Ya mana bisa kan bu."

"Lagian bubu sama daddy bikin "aku" nya terlalu kecepetan tau bu kenapa ga ditahan dulu sih. Kenapa ga pas deket atau mendekati tahun lahirnya Noeul."

PLAK!

Sang bubu langsung memberi pukulan pada tangan sang anak dengan pemikiran konyolnya itu.

"Gila ya kamu! Udah kamu terima aja sih kenyataannya karena kamu emang udah tua."

"Ih bubu mah!" jawab Boss cemberut

Contract Marriage Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang