"Huekk..."
"Huekk.."
Boss yang semula tengah tertidur itu dengan sigap menghampiri Noeul, dia mengelus punggung istrinya dengan lembut.
Entah ini sudah yang ke berapa kalinya Noeul muntah namun tak ada yang keluar sama sekalipun. Sejak semalam istrinya itu tak tertidur dengan tenang dan terus bolak-balik ke kamar mandi.
Dia menjadi khawatir, takut Noeul kenapa-kenapa.
Melihat Noeul yang siap akan bangun, karena saat ini dia terduduk lemas dekat closet. Boss mengulurkan tangannya untuk istrinya itu memegang dan membantunya bangun.
Noeul mencuci mukanya setelah itu, lalu Boss membantu Noeul berjalan sembari merengkuh pundak istrinya kembali ke ranjang.
"Kita ke dokter aja ya?"
Noeul menggeleng.
"Ga usah Phi, paling ini cuma kecapean dan masuk angin karena aku sibuk belakangan di sekolah."
"Tetep aja Phi khawatir kamu dari semalam ga bisa tidur karena terus muntah loh, ke dokter aja ya sayang? Phi temani atau dokternya suruh kesini mau?"
"Percaya sama aku, aku gapapa kok Phi. Ditidurin juga kayanya sembuh kok." kata Noeul menatap Boss yang khawatir itu.
"Yaudah deh Phi hari ini ga usah ke kantor aja, Phi disini aja temenin kamu yaa." ucap Boss dengan tulus sambil menggengam tangan istrinya.
"Jangan dong! Phi tetep harus berangkat ke kantor naaa, kata Phi hari ini mau bertemu kolega penting dari luar negeri."
"Phi harus ke kantor, jangan hanya karena aku Phi jadi gagal bertemu sama kolega dan pertemuan lainnya sama beberapa vendor yang selalu Phi nantikan."
"Tapi Phi khawatir dan takut kamu disini semakin sakit."
"Engga kok, lagian nanti aku juga ga sendirian kan ada bibi juga disini sama beberapa pengawal di depan yang jaga jadi Phi ga perlu khawatir naa."
"Phi cukup fokus aja dengan pekerjaan Phi lebih dulu,"
Noeul senyum manis pada Boss sambil mengelus pipi suaminya dengan manis dan lembut penuh kasih sayang.
Pria manis itu mencoba menenangkan bayi besarnya yang khawatir kepadanya, Noeul mencoba untuk tak membuat Boss terbebani.
Dia hanya tidak ingin suaminya itu terus memikirkannya, dia tau betul bagaimana suaminya itu selalu bercerita belakangan tak sabar untuk bertemu dengan kolega satu ini.
Ia ingin suaminya itu fokus dengan apa yang sudah dia nantikan selama ini.
"Yaudah tapi kalo ada apa-apa langsung telfon Phi ya? Jangan engga."
"Iyaa.. suamii."
"Udah sana Phi siap-siap aja udah mulai masuk jam macet sebentar lagi."
"Oke Phi mandi dulu." Noeul mengangguk.
Begitu Boss keluar dari kamar mandi, masih mengenakan handuk yang terpasang dengan dadanya yang masih bercucuran air.
Ia sedikit dikejutkan dengan penampakan istrinya di walk in closet.
"Astaga sayang, kenapa disini?"
Noeul yang membelakangi itu berbalik, menatap suaminya dengan senyum.
"Aku abis nyiapin baju kerja buat Phi pakai hari ini."
"Phi bisa sendiri, kamu ini loh lagi ga enak badan harusnya diem di ranjang aja istirahat."
KAMU SEDANG MEMBACA
Contract Marriage
FanfictionKisah seorang pelajar bernama Noeul yang terpaksa harus menikah muda di usianya yang masih 18 tahun dengan seseorang yang 9 tahun lebih tua darinya. Semua ini demi menyelamatkan semua nyawa keluarganya ia rela meninggalkan dan mengorbankan masa muda...
