Kembaran?

136 16 18
                                        


Noeul terbangun dengan rasa pusing dan mengigil. Dia lihat jam sudah pukul 6 lebih.

Dia harus segera siap-siap untuk sekolah, jika tidak dari sekarang nanti akan telat karena macet dijalan.

Begitu selesai noeul segera turun kebawah dimana bibi sudah menyiapkan sarapan. Dia duduk, memakan roti yang sudah disiapkan oleh bibi.

Menghargai bibi yang sudah menyiapkannya.

"Tuan muda, anda terlihat pucat sekali." ucap bibi ketika menyerahkan segelas susu pada Noeul.

"Gapapa kok bi, cuma kecapean aja kayanya."

"Apa tidak sebaiknya izin saja? Biar bibi yang meminta izin ke sekolah,"

Noeul menggeleng, "Gapapa bi, aku mau sekolah. Aku gapapa kok." jawabnya dengan memberi senyum.

"Yaudah aku berangkat ya bi, ini sarapannya sebagian aku makan sambil dijalan aja."

"Iyaa tuan."

"Terima kasih bi sudah menyiapkan sarapan."

sang bibi hanya mengangguk tersenyum melepas kepergian tuan mudanya.

"Hai temen-temen!"

Noeul segera menyapa sahabatnya ketika sampai di laboratorium, kebetulan pelajaran pertama mereka adalah kimia yang mengharuskan untuk di laboratorium.

Ketiga temannya itu saling pandang menatap Noeul dengan lekat hingga yang ditatap terheran.

"Kenapa tatap aku gitu?"

"Kamu pucet banget Eul."

"Sakit ya kamu?"

"Engga, aku gapapa kok cuma pusing aja sih."

"Kenapa ga izin aja sih kenapa harus sekolah,"

"Aku mau sekolah dan ketemu kalian, kalo dirumah bosen lagian aku udah minum obat kok tadi." ucap noeul menenangkan sahabatnya.

"Yaudah tapi jangan maksain ya! Kalo udah gakuat bilang kita, biar kamu di uks aja."

"Iyaa."

Mata itu perlahan membuka, dia tatap sekelilingnya, yaitu ada Peat disampingnya.

"Eul, kamu udah sadar."

"Peat, ini dimana?"

"Aku kenapa?"

"Kamu tadi disekolah pas udah istirahat pingsan Eul, kamu demam tinggi!"

"Sekarang kita ada di rumah sakit."

"Eh? Rumah... s-sakit?"

"Iyaa, soalnya demam kamu tinggi banget. Takut kenapa-kenapa makanya kita semua bawa ke rumah sakit."

"Maaf aku ngerepotin kalian semua."

"Ga kok! Udah jangan bilang gitu."

Siluet seseorang di luar sana terlihat dari tirai, dan dia mendekat. Begitu tirai terbuka menampilkan seorang yang tak disangka oleh Noeul.

Itu Phi Boss-nya!

Dia sampe membelalakan matanya saking tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

begitu Boss menutup tirainya kembali, dia berbalik..

keduanya saling bertatap sebentar sebelum akhirnya Noeul memutuskan tatapan itu beralih menatap Peat meminta penjelasan mengapa Phi nya ada disini.

"Waktu kamu pingsan tadi kita semua bawa kamu ke uks dulu sebenernya. Terus kan karena demam kamu tinggi banget, akhirnya kita semua memutuskan buat bawa kamu ke rumah sakit sambil hubungin suami kamu dari handphone kamu."

Contract Marriage Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang