"Phii lebih atas dan geser ke sebelah kanan!"
mendengar interupsi itu Boss hanya mengikutinya, saat ini dia sedang berada di atas sebuah pohon mangga.
Istrinya itu menelponnya tadi disaat dia sedang melakukan meeting, ia menelponnya dengan panik menyuruhnya untuk segera ke rumah membuatnya mau tak mau harus meninggalkan kantornya dan juga meeting tadi.
Ia khawatir takut sesuatu terjadi pada istrinya apalagi sekarang tengah hamil muda, namun yang terjadi adalah ketika ia sampai dirumah istrinya baik-baik saja dan mengajaknya ke pohon mangga di sekitar komplek perumahan mereka.
Noeul menyuruhnya untuk naik ke atas dan membawa sebuah mangga yang masih muda, istrinya itu ingin dia sendiri yang membawanya langsung dari pohon.
Bahkan lebih parahnya lagi, ketika keinginan istri manisnya itu tak berhenti disitu saja, justru bertambah yang membuatnya harus melakukannya demi buah hati mereka.
Noeul memintanya untuk memakan mangga muda tersebut langsung diatas sembari istrinya memperhatikan di bawah dengan mem-videokannya dengan dalih ingin membuat sebuah music video.
Sebuah music video tentangnya memakan mangga muda diatas pohon langsung.
Bayangkan saja.
Apa-apaan itu? Bayangkan seseorang seperti dia harus memanjat pohon mangga di siang hari terik dengan kaki telanjang tak memakai alas, lalu harus memakan sebuah mangga muda yang akan sangat mungkin rasanya asam itu.
"Yang ini sayang?"
"Yang atasnya aja! Itu lebih besar dan keliatan enak kayanya."
"Nah iyaa itu,"
"Pak tolong kasihin pisaunya ke Phi Boss, pake tangga aja." suruh Noeul pada supir yang ikut,
Boss cemberut sebal tak kala melihat supirnya yang memanjat dengan mudahnya memakai tangga sementara itu dia tadi berusaha mati-matian naik pohon tanpa memakai apapun sesuai keinginan Noeul.
"Ini tuan," Boss menerima pisau kecil itu dan langsung mengupas mangga yang sudah dia berhasil dapatkan tersebut.
"Udah dikupas nih sayang, langsung Phi makan aja nih?" Boss bertanya lebih dulu agar dia melakukan sesuai perintah dan keinginan Noeul.
"Bentar! Phi duduknya benerin dulu baru abis itu makan,"
"Nahh iyaa gitu pinter, aku udah mulai rekam ini pokoknya Phi pas makan harus menghayati banget ya!!"
Boss hanya bisa mengangguk.
Dia langsung mulai memakan buah mangga itu, jangan tanya bagaimana rasanya.
Sudah pasti masam, masam sekali rasanya, kalo saja bukan karena keinginan istri dan buah hatinya, Boss pasti tak akan memakannya.
Sementara itu di bawah, Noeul benar-benar mendokumentasikan Boss yang sedang memakan mangga diatas pohon terduduk itu ditengah siang hari yang terik.
Seolah seperti seorang Pd-nim, ia dengan lincah kesana kemari memfoto dan mem-videonya, bahkan demi membuat video konten ini Noeul memakai drone dan ada beberapa kamera yang sudah dia pakai untuk ini, bukan main memang seolah benar-benar ini adalah sebuah proyek sungguh-sungguh dan layaknya profesional yang padahal nyatanya hanyalah sebuah ngidamnya apalagi sembari ditemani pak supir yang me-mayunginya agar terhindar dari panasnya matahari siang hari.
Noeul tersenyum puas tak kala melihat wajah sang suami yang merengut keasaman karena mangganya, ekspresinya benar-benar membuat Noeul ingin tertawa saking lucunya.
Kapan lagi dia bisa melihat suaminya yang gagah itu menciut jadi seperti sekarang ini?
Memikirkannya membuatnya terkikik, ia menatap kembali ke atas dimana suaminya berada.
KAMU SEDANG MEMBACA
Contract Marriage
FanfictionKisah seorang pelajar bernama Noeul yang terpaksa harus menikah muda di usianya yang masih 18 tahun dengan seseorang yang 9 tahun lebih tua darinya. Semua ini demi menyelamatkan semua nyawa keluarganya ia rela meninggalkan dan mengorbankan masa muda...
