Melamun menjadi kegiatan favorit Noeul akhir-akhir ini.
1 bulan.
Sudah 1 bulan berlalu, dan suaminya masih seperti itu, belum ada kemajuan.
Bahkan rasanya semakin asing dan menjauh.
Noeul selalu berdoa pada Tuhan untuk memberinya kekuatan melewati ini semua, dia berdoa agar semua ini cepat berlalu dan kembalikan Phi Boss-nya seperti semula.
Setetes demi setetes air mata berjatuhan, dia usap pipinya itu, mencoba untuk tegar.
Noeul kembali memakan makanan malamnya yang sepi dan sendirian ini, biasanya meja makan akan selalu penuh dengan banyak makanan dan rasa hangat dengan canda tawa dengan Phi Boss-nya.
Namun sekarang?
Tuhan, Noeul benar-benar rindu.
Dia makan dalam sepi dan diamnya, sembari menghapus air matanya agar tak jatuh pada makanannya.
Suara mobil terdengar, membuat Noeul cepat-cepat ke arah wastafel untuk mencuci muka agar tidak terlihat sehabis menangis.
Itu sudah pasti Phi Boss-nya.
Dia kenal dengan suara mobil suaminya..
Boss memasuki rumah berjalan menuju kamarnya, sebelum itu dia melewati Noeul dan melihat jika dia tengah makan dengan menunduk, sesekali dia usap pipinya.
Boss bisa lihat itu.
"Udah pulang Phi? Udah makan?" Noeul langsung berubah, menunjukkan wajah cerianya untuk sang suami.
"Belum."
"Mau makan bersama? Aku udah masak makanan kesukaan Phi hari ini." tanya Noeul dengan tersenyum manis.
"Tidak usah."
"Saya tidak lapar." lanjutnya.
Boss langsung masuk kedalam kamar dan menutup pintu dengan keras hingga Noeul kaget sendiri.
Noeul menatap nanar, sebesar itu kah rasa benci sang suami kepadanya saat ini?
Dia duduk kembali, dihadapkan dengan makanan yang masih ada sedikit lagi, rasanya bahkan dia sudah tak nafsu lagi untuk memakannya.
rasa lapar yang yang menyeruak sebelumnya berubah jadi rasa sedih.
Noeul tak bisa untuk menghabiskannya, dia berdiri berjalan menuju wastafel untuk dicuci piringnya, sebelumnya dia pisahkan lebih dulu sisa makanannya yang masih ada sedikit itu.
Ditengah dia mencuci piring, Noeul mendengar suara pintu kamar terbuka.
Dia kaget begitu menoleh melihat sang suami sudah berganti baju dengan membawa koper, Noeul hentikan kegiatan mencuci piringnya.
Dia berjalan mendekati Boss.
"Phi mau kemana?"
"Shanghai."
"Kerjaan Phi?"
"Ya."
"Berapa lama Phi disana?"
"1 minggu, mungkin lebih atau bahkan mungkin ga pulang sama sekali."
oh ini adalah jawaban terpanjang untuk saat ini yang keluar dari mulut suaminya itu.
Noeul membelelakk kaget sekaligus takut.
Dia berdiri dihadapan suaminya.
dengan tangan yang mengepal dia mengumpulkan keberanian.
"Apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Contract Marriage
FanfictionKisah seorang pelajar bernama Noeul yang terpaksa harus menikah muda di usianya yang masih 18 tahun dengan seseorang yang 9 tahun lebih tua darinya. Semua ini demi menyelamatkan semua nyawa keluarganya ia rela meninggalkan dan mengorbankan masa muda...
