Jari-jari Noeul sedikit demi sedikit bergerak, Boss yang tengah duduk disamping ranjang yang kebetulan tengah menggenggam tangan istrinya itu tentu merasakan perubahan tersebut.
Dia langsung menatap sang istri,
"Hey, kamu sadar sayang?"
Noeul membuka matanya, menoleh ke arah sang suami dengan rasa pusing,bau obat-obatan yang khas dan juga rasa sakit di sekujur badannya.
"Phi..."
"Iyaa Phi disini, ini Phi."
Boss menekan bel yang terhubung pada perawat, tak lama kemudian seorang perawat datang.
"Ners, istri saya sudah siuman."
"Baik Khun, sebentar saya panggilkan dokter lebih dulu." Boss hanya mengangguk, lebih kembali memilih mengalihkan atensinya pada sang istri yang tengah menatapnya dengan muka pucat itu.
Tak dipungkiri Boss menatap istrinya itu dengan penuh haru, puji tuhan istrinya itu sudah siuman. Tak kuat menahan haru tanpa sadar setetes air mata mengalir di pipi pria besar itu dan dia cuma bisa menggenggam erat tangan sang istri sambil mengelus lembut rambut Noeul untuk saat ini.
"Saya periksa dulu ya Khun."
Boss mempersilahkan dokter untuk memeriksa keadaaan sang istri pasca siuman, dia hanya dia duduk disamping ranjang.
"Khun Noeul boleh untuk lihat dulu ke atas ya saya periksa matanya."
Noeul menuruti interuksi itu dan sang dokter juga melakukan tugasnya sebagaimana mestinya.
beberapa menit setelahnya, setelah selesai pemeriksaan,
"Kondisi Khun Noeul cukup baik dari sebelumnya, untuk saat ini sangat disarankan anda untuk beristirahat dan tidak terlalu banyak gerak agar luka anda cepat sembuh."
"Dan karena Khun sudah siuman, saya akan memberitahu pihak staff agar untuk segera memberikan anda makan dan obat-obat yang harus anda makan nanti."
"Baik Dok, terima kasih banyak."
"Sama-sama Khun Boss, kalau begitu saya permisi mau memeriksa pasien yang lainnya. Jika ada sesuatu panggil saja saya atau ners."
"Baik Dok."
"Phii Boss.."
Noeul hendak bangun dari tidurnya namun Boss cegah,
"Gausah bangun dulu luka kamu masih belum sembuh, tidur aja atau mau Phi naikin ranjangnya?" istrinya itu mengangguk menyetujui usulan tersebut.
"Mau minum sayang?"
"Iyaa." dengn telaten Boss memberikan minuman dengan pelan-pelan pada sang istri.
"Lapar ga? Kayanya makanan bakal dateng masih lama, apa mau Phi beli keluar?"
"Phi jangan kemana-mana aku gamau sendiri, beli aja lewat kurir atau supir Phi."
"Iya okee Phi ga akan kemana mana kok."
"Buna?"
"Buna, gimana Phi?"
"Buna masih hidup kan?" dengan gemetar dan menahan nangis Noeul bertanya pada suami.
"Phi bakal jawab, tapi kamu jangan marah dan menyalahkan diri yaa?"
pikiran Noeul tiba-tiba mengarah ke arah negatif dengan jawaban dari suaminya itu.
"Dengarkan Phi baik-baik, setelah kamu dibawa ke rumah sakit oleh seorang bapak-bapak yang menemukan kamu, besoknya Phi dan Daddy serta pihak berwenang menelusuri tempat dimana mobil Buna berada. Semua tim dari polisi dan juga forensik langsung mengolah tempat kejadian serta melakukan pencarian Buna karena ternyata saat tim forensik mengivestigasi mobil tidak dapat atau tidak adanya seperti mayat yang ikut terbakar. Jadi semua mengasumsikan jika Buna masih hidup dan selamat, yang jadi pertanyaan dimanakah Buna? Makanya itu seluruh tim juga ikut mencari sementara kamu dirumah sakit."
KAMU SEDANG MEMBACA
Contract Marriage
FanfictionKisah seorang pelajar bernama Noeul yang terpaksa harus menikah muda di usianya yang masih 18 tahun dengan seseorang yang 9 tahun lebih tua darinya. Semua ini demi menyelamatkan semua nyawa keluarganya ia rela meninggalkan dan mengorbankan masa muda...
