Kecelakaan

161 15 4
                                        


"Lepaskan dia."

"Tapi Tuan dia mata-mata!"

"Dia istri saya." 3 kata ini cukup membuat semua orang termasuk dua orang yang tengah memegangi kedua tangan Noeul itu bungkam dan mulai melepaskannya.

"Kalian semua jaga, perketat pengawasan!"

Tanpa berkata lagi Boss hanya mengenggam tangan sang istri dan membawanya ke sebuah ruangan lainnya yang ada disini.

Tepat ketika suaminya itu menutup pintu dan berbalik disitu juga jantung Noeul merasa berdebar kencang, ia takut melihat wajah suaminya yang dari tadi terlihat kasar itu.

Jika sehabis ini dia dimarahi habis-habisan dia tidak bisa berkutik apapun.

dengan gugup Noeul memulai pembicaraan "Phii, akuuu.."

Alangkah terkejutnya Noeul saat ini ketika ia mendapati suaminya itu berlutut dihadapannya dengan menunduk.

Sosok suaminya yang berbadan besar itu kini berlutut dihadapan sang istri.

Suaminya?

Seorang Boss Chaikamon?!

Siapa sangka~

Noeul berjongkok menggenggam tangan suaminya itu membawanya kembali untuk berdiri, membelai wajah sang suami dengan lembut juga menatapnya dengan hangat.

"Maaf." hanya kata itu yang keluar dari mulut Boss

"Untuk?" Noeul masih bertanya dengan nada lembut

"Kamu liat semuanya tadi?"

"Ya."

"Tolong jangan marah, semua ga seperti apa yang dilihat."

"Tapi aku liat dengan jelas banget sama mata aku sendiri Phi pukulin lelaki itu sampai babak belur gitu dan semua orang-orang disini hanya diam melihat itu!" Noeul yang semula lembut mulai cukup geram karena tidak terima, jelas jelas ia melihatnya sendiri bagaimana perlakuan suaminya itu terhadap orang tadi, sangat tidak seperti suaminya yang ia kenal.

"Phi punya alasannya sendiri melakukan itu."

"Apa?!"

"Tapi jangan marah sama Phi."

sebenarnya Noeul tidak marah tapi dia lebih ke arah kesal karena dia harus ditinggal disaat dia sudah terbiasa tidur dengan memeluk suami besarnya itu.

"Tergantung, gimana cara Phi jelasin semua ini."

Dengan wajah yang saling menatap, tangan Boss menggenggam kembali tangan hangat istrinya itu, ia bawa sang istri duduk di sofa disudut ruangan. Boss menceritakan semuanya pada Noeul tanpa terkecuali dengan fakta pria yang dipukulinya adalah salah satu dari sebagian yang telah membuat perusahaan Daddy-nya hampir bangkrut.

Kenyataan ini jelas membuat Noeul menganga diam tak percaya, ia masih mencerna semua informasi yang sudah di katakan sang suami kepadanya. Boss yang melihat istrinya yang terus terdiam setelah mendengarkan penjelasannya itu hanya bisa merangkulnya menyandarkan kepalanya pada bahunya. Ia tau ini akan menjadi hal yang cukup mengejutkan untuknya, Boss tidak peduli pada apa yang dia lakukan dengan pria itu, yang dia pedulikan adalah perasaan sang istri saat ini.

Noeul mengadah ke atas menatap wajah sang suami dan berkata "Jadi apakah telfon tadi pas  kita lagi makan adalah tentang pria diluar itu dan bukan tentang masalah kantor?"

"Iyaa.. waktu mereka telfon bilang kalau para pria diluar sana itu kabur tentu saja Phi marah dan menyuruh semuanya untuk segera menemukannya kembali makanya Phi hanya bisa bilang jika itu adalah masalah kantor."

Contract Marriage Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang