Boss marah.
Dia kecewa.
Dia tidak pernah sama sekali terpikirkan jika penembak tersebut adalah istrinya.
Saat ini Boss dan istrinya itu didalam mobil menuju rumah.
Setelah Noeul tertangkap, Boss membawanya paksa dengan kesal ke dalam mobil.
Dia benar benar marah.
Sepanjang perjalanan, dia juga tak berbicara atau pun mengajak Noeul bicara.
Noeul sendiri hanya diam duduk di kursi sampingnya sembari sesekali melihat kearahnya.
dia tau itu, boss tau itu.
begitu sampai di kediaman mereka,
Boss langsung turun memasuki rumah tanpa membuka pintu mobil untuk sang istri turun.
Biarkan saja! Dia sudah kepalang marah kali ini.
Noeul sendiri hanya tarik nafas, lalu turun dan masuk kedalam yang dimana suaminya itu sudah terduduk dengan menatap tajam padanya.
"Duduk."
"Sekarang jelasin, kenapa kamu ada disana." tanya Boss tegas.
"Aku liat pesan dari anak buah Phi waktu itu, aku tau alamatnya dari situ. Sebelumnya 2 hari ini aku juga mantau mereka tipis-tipis. Dan salah satu orang bilang kalo malam ini mereka akan kumpul semuanya, makanya itu kenapa aku kesana."
"Kamu tau kan apa yang sudah kamu lakukan?"
"KAMU SADAR BETUL APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN NOEUL??"
"Kamu menembaki 2 orang!"
"2 ORANG!" ucap boss dengan menekankan setiap huruf.
"Dan mereka itu orang-orang berbahaya, kenapa kamu dengan beraninya pergi sendirian kesana!"
"Darimana pula kamu dapet senjata itu hah?"
"Itu punyaku, aku membelinya." jawab noeul dengan gugup.
Boss memijit dahinya yang pusing itu,
"Phi ga pernah tau ya ternyata istri Phi bisa punya senjata api bahkan sampai jago menggunakannya layaknya penembak jitu!"
"Maaf Phi,"
"Tapi aku juga ga bisa diem aja disaat tau orang-orang yang sudah menyakiti buna masih berkeliaran diluar sana!"
"Phi tau kamu marah, dendam, tapi tidak dengan seperti ini. Kamu hanya perlu serahkan dan percayakan semuanya pada Phi. Phi sudah berjanji akan membuat mereka jera."
"Buat sekarang kamu ke atas. Renungkan apa yang sudah kamu lakukan hari ini."
"Kedepannya kalau mau pergi sendiri dan Phi lagi ga ada, Phi bakal suruh orang buat temenin kamu dan makin perketat penjagaan kamu!"
"Phi gabisa gitu dong!" Noeul jelas tak terima, dia ingin kebebasan seperti sebelumnya yang hanya dilihat dari jauh saja.
"Mulai sekarang, disetiap sudut luar atau dalam rumah bahkan kamar sekalipun akan Phi pasang CCTV agar bisa memantau pergerakan kamu."
"Phi gamau kecolongan seperti ini lagi."
"Jangan bantah!"
"Kalau kamu masih mau membantah silahkan, tapi terima saja nanti akibatnya."
"Sedikit saja Phi melihat kamu melakukan hal seperti ini lagi, Phi akan menceraikan kamu."
Bagai badai dihari hujan, Noeul sangat terkejut mendengarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Contract Marriage
FanfictionKisah seorang pelajar bernama Noeul yang terpaksa harus menikah muda di usianya yang masih 18 tahun dengan seseorang yang 9 tahun lebih tua darinya. Semua ini demi menyelamatkan semua nyawa keluarganya ia rela meninggalkan dan mengorbankan masa muda...
