Sejak pagi Noeul sudah kelimpungan dengan berjalan kesana-sini dengan cepat, Boss sendiri sudah memperingatkannya untuk berjalan hati-hati karena takut jatuh apalagi dengan kandungannya.
Namun ya tetap saja istrinya itu keras kepala sekali, malah menghiraukannya dan tetap berjalan dengan cepat.
Bukan apa, Boss hanya takut dan merasa ngeri makanya itu ia berjalan mengikutinya di belakang berjaga-jaga demi sang istri.
"Ihh phi jangan ikutin aku terus!! Udah sana cepet pergi ke kantor aja!"
"Sesek, risih aku liatnya phi ikutin gini."
"Ya, tapi.."
Noeul terdiam, melirik suaminya dengan ganas.
Jujur Boss takut jika sudah melihat istrinya mode seperti ini.
"Iyaa phi berangkat tapi sebelum itu, phi mau mastiin dulu kamu yaa.."
"GAUSAH!"
"AKU BUKAN ANAK KECIL!"
"Sana pergi aja!"
"I-iyaa sayang iya."
"Yaudah phi berangkat yaa." Boss membawa jasnya yang belum ia pakai itu, menyimpannya di lengan siku.
Lalu pria itu menghampiri Noeul, mencium kening serta bibir istrinya.
Tak lupa terakhir, dia mencium perut Noeul yang sekarang sedikit terlihat buncit itu.
"Baby baik-bain di dalam yaa nak, jangan bikin istri saya capek."
Rasa kesal tadi berubah jadi rasa bahagia dengan cepat.
Noeul selalu dibuat tersenyum dengan kebiasaan baru suaminya belakangan ini yang tak lupa selalu berpamitan juga pada anak mereka.
"Hati-hati! Semangat meetingnya!"
"Iyaa, nanti pas udah selesai meeting phi langsung datang okee?"
Noeul mengangguk, ia mengikuti sang suami ke depan rumah untuk ikut mengantarkannya.
"Bye-bye!"
Setelah mobil suaminya itu pergi menghilang dari pandangan, Noeul kembali ke dalam rumah untuk mencari barang yang sejak tadi ia cari.
"Ih dimana sih.."
"Bii..."
"Bibiiii~"
"Iyaa tuan muda?"
"Bi liat gantungan boneka aku ga ya?"
"Yang beruang itu ya?"
"Iyaa bener!"
"Bibi simpan di atas, lemari kecil di ruang tv atas tuan."
"Oh gitu? Okee deh aku bawa dulu, makasih banyak yaa bii."
Noeul kembali ke bawah dengan banyak barang, para penjaga yang melihat itu membantu tuan mereka, jika tidak bisa-bisa mereka dimarahi oleh tuan besar karena tidak membantu.
"Bawa ke mobil yaa phi."
"Bibii aku berangkat sekarang aja yaa,"
"Loh ga kepagian tuan?"
"Acaranya siang bukan?"
"Iyaa, gapapa disana juga temen-temen aku udah pada dateng kok, biar ada waktu sama temen-temen dulu sebelum acara."
"Yasudah, hati-hati kalau gitu tuan. Oh iyaa, sudah bilang pada tuan besar tuan akan berangkat lebih cepat dari janji?"
"Oh ituu.. udah aku chat kok cuma ga di bales, mungkin belum. Meetingnya udah mulai pasti."
KAMU SEDANG MEMBACA
Contract Marriage
FanfictionKisah seorang pelajar bernama Noeul yang terpaksa harus menikah muda di usianya yang masih 18 tahun dengan seseorang yang 9 tahun lebih tua darinya. Semua ini demi menyelamatkan semua nyawa keluarganya ia rela meninggalkan dan mengorbankan masa muda...
