Permintaan Maaf 🔞

211 12 10
                                        


Sudah hampir 10 menit lamanya Noeul terus bolak-balik di depan gedung suaminya, dia ragu ingin masuk atau tidak.

Orang-orang bahkan sejak tadi melihatnya dengan aneh, banyak tatapan heran juga, ya dia memahami semua itu karena mungkin mereka menilai dia orang aneh yang terus mondar-mandir tak jelas di depan perusahaan besar dan terkenal.

"Loh Noeul?" mendengar namanya dipanggil Noeul berbalik melihat siapa yang memanggilnya.

"Eh Phi Jane." Noeul memberi senyum manis ketika tau yang datang adalah seorang wanita cantik yang tak lain asisten suaminya.

"Kok disini? Ngapain? Kenapa ga masuk?" tanya Jane beruntutan.

"Hehe iyaa Phi aku ragu mau masuk tuh, Phi Boss ada Phi?"

"Adaa kok, yaudah yuk masuk aja."

Noeul benar-benar ragu dan merasa ini seperti bukan momen yang tepat untuknya datang.

"Eung ini aja deh aku titip ini aja sama Phi yaa, itu buat Phi Boss."

Noeul memberikan sebuah kotak berukuran besar pada sekretaris Boss itu, namun tak diterima oleh perempuan cantik tersebut.

"Mending kamu langsung kasih ke Boss sendiri, pasti dia juga seneng ada kamu mampir kesini."

"T-ttapi-,"

Sebelum menyelesaikan perkataannya, Noeul sudah ditarik tangannya oleh Jane masuk ke dalam kantor.

Dan saat ini mereka sudah di dalam lift, Noeul menjadi semakin bingung rasanya.

"Phi Jane abis istirahat barusan?"

"Oh iyaa nih abis beli minuman matcha nih. Suntuk banget di ruangan abisnya, mau nyeduh teh atau kopi bosen dan ga ada matcha juga yauda phi beli ke cafe yang ga jauh dari sini sebentar barusan."

"Ohh gituu, nanti deh aku bilangin ke Phi Boss biar nyediain matcha."

"Aduhh ini lagi pamer suami CEO banget nih?"

"Ih phi ga gitu!" Noeul malu-malu menjawabnya, dia tau Phi Jane hanyalah menggodanya.

Begitu lift tiba di lantai dimana ruangan Boss berasa, baik Noeul dan Jane keluar berjalan menuju ruangannya.

Jane membawa Noeul masuk ke dalam ruangan suaminya itu, dia bisa lihat jika saat ini ruangannya kosong tak ada menampilkan sosok suaminya.

"Boss kebetulan lagi meeting privat berdua sama orang luar Eul, kayanya belum beres."

"Duduk dulu yaa, Phi bawa dulu camilan sama minum buat kamu."

"Eh phi Jane gapapa, ga usah repot-repot nanti aja." tolak halus Noeul.

"Udah gapapa, nanti kalo suami kamu liat dan ga dijamu bisa marah dia."

Noeul jadi merasa tak enak, dia hanya bisa tersenyum kaku pasrah jadinya.

"Ini yaa diminum, ada camilan kesukaan kamu juga," ucap Jane setelah beberapa menit dia kembali dengan membawa penuh nampan minuman serta makanan ringan untuknya.

"Makasih banyak yaa phi Jane, maaf repotin banget."

"Sama-sama yaa, yauda phi balik ke tempat phi lagi. Kamu tungguin aja bentar lagi juga mungkin beres meetingnya."

Noeul hanya menganggukkan kepalanya,
Jane juga sudah kembali ke kursinya mengerjakan tugasnya sambil meminum minuman matchanya itu.

Dia meminum minuman yang sudah phi Jane suguhkan untuknya, menatap sekeliling kantor suaminya itu.

Yaa seperti kantor pada umumnya, disini terlihat formalitas dan design pun tidak ada yang terlalu spesial kecuali jika ruangan ini terasa manly sekali, sangat mencerminkan watak suaminya.

Contract Marriage Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang